kicknews.today – Harga daging sapi di pasar tradisional Kota Mataram mengalami kenaikan menjelang puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Daging sapi kualitas super atau kelas satu kini dijual hingga Rp170 ribu per kilogram.Sumarni, pedagang daging di Pasar Karang Jasi, Kota Mataram mengatakan, kenaikan harga mulai terjadi sekitar satu bulan menjelang Maulid. Harga mencapai titik tertinggi ketika permintaan masyarakat untuk kebutuhan perayaan semakin meningkat.“Sudah lama naik. Kira-kira satu bulan sebelum Maulid, harga daging sapi sudah naik,” kata Sumarni di sela melayani pembeli, Kamis (10/9/2026).Berdasarkan harga di lapaknya, daging sapi kualitas super atau kelas satu dijual Rp170 ribu per kilogram. Daging kelas dua berkisar Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, sedangkan daging kelas tiga atau campuran dijual antara Rp90 ribu dan Rp100 ribu per kilogram.Kenaikan juga terjadi pada bebalung atau tulang sapi yang masih memiliki daging. Harganya meningkat dari sekitar Rp90 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram.Menurut Sumarni, kenaikan harga tidak hanya dipengaruhi tingginya permintaan, tetapi juga terbatasnya pasokan sapi siap potong dari pejagal.“Iya, mungkin sapinya habis dipotong. Menunggu sapi besar itu lama, baru bisa dipotong,” ujarnya.Kondisi tersebut menyebabkan persediaan daging di pasar tidak selalu stabil. Pada waktu tertentu, daging dapat habis karena tingginya permintaan, tetapi pada kesempatan lain masih tersisa karena pembeli mengurangi jumlah belanja akibat kenaikan harga.Sumarni mengaku banyak pembeli mengeluhkan mahalnya harga daging. Namun, kebutuhan untuk sajian Maulid membuat sebagian masyarakat tetap membeli meskipun harus menyesuaikan jumlah belanja.“Iya, banyak yang mengeluh. Kadang dagingnya habis, kadang juga masih banyak tersisa,” katanya.Salah seorang pembeli asal Kota Mataram, Nisa mengaku kenaikan harga cukup memberatkan. Selain membeli daging untuk kebutuhan Maulid, dia membutuhkan daging sapi setiap hari sebagai bahan baku usaha bakso.“Mahal sekali kalau menurut saya. Namun, mau tidak mau tetap dibeli karena akan dipakai untuk Maulid. Saya juga berjualan bakso sehingga membutuhkan daging setiap hari,” kata Nisa.Dia berharap harga daging sapi segera kembali normal karena kenaikan harga bahan baku dapat memengaruhi biaya produksi dan pendapatan pedagang makanan.Peningkatan permintaan daging sapi saat Maulid berkaitan dengan tradisi masyarakat Lombok menyiapkan hidangan untuk keluarga, kerabat dan tamu. Perayaan yang berlangsung bergiliran di sejumlah lingkungan dan kampung membuat kebutuhan daging tetap tinggi selama bulan Maulid.Pembeli diimbau tetap memperhatikan kondisi daging sebelum membelinya. Daging segar umumnya memiliki warna merah cerah, tekstur kenyal, tidak berlendir dan tidak mengeluarkan bau menyimpang. (wii/red.)






