kicknews.today – Pencegahan stunting menjadi salah satu upaya penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan tumbuh kembang, kecerdasan, serta masa depan anak.
Melalui edukasi yang disampaikan Diskominfo Kabupaten Lombok Utara, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak dini. Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan, masa menyusui, hingga anak memasuki masa pertumbuhan.

Salah satu langkah utama adalah memenuhi gizi ibu hamil. Asupan makanan bergizi selama kehamilan sangat menentukan kondisi kesehatan ibu dan janin. Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta rutin memeriksakan kehamilan ke fasilitas kesehatan.
Setelah anak lahir, pemberian ASI eksklusif menjadi bagian penting dalam mencegah stunting. ASI eksklusif diberikan sejak bayi lahir hingga usia enam bulan, kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI atau MPASI yang bergizi sesuai usia anak.
Selain itu, orang tua perlu memastikan anak mendapatkan pola makan yang baik. Kebutuhan gizi dan protein harus dipenuhi melalui makanan sehat seperti ikan, telur, daging, sayuran, buah-buahan, serta sumber pangan bergizi lainnya.
Pola asuh juga menjadi faktor penting. Anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, stimulasi, serta lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembangnya. Pemeriksaan kesehatan secara rutin di posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya juga perlu dilakukan agar kondisi anak dapat dipantau sejak dini.
Tidak kalah penting, pencegahan stunting juga berkaitan erat dengan sanitasi dan akses air bersih. Lingkungan yang bersih membantu mencegah penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan anak.
Dengan menjaga kesehatan ibu dan anak, memenuhi kebutuhan gizi, menerapkan pola asuh yang baik, serta memastikan lingkungan bersih, masyarakat dapat bersama-sama mencegah stunting. Investasi kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi bekal besar bagi masa depan generasi yang lebih sehat. (*)


