kicknews.today – Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Guna Lestari Desa Malaka, Iwan Suyadi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Kepala Desa (Kades) Malaka. Keinginan tersebut didorong oleh tekad untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan desa dengan mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki.
Iwan menilai Desa Malaka memiliki potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang cukup besar, khususnya di sektor pariwisata dan pertanian. Namun, menurutnya, sejumlah potensi tersebut hingga kini belum seluruhnya dikelola secara maksimal.

“Yang paling utama bagaimana kita bisa membangun dan berkontribusi untuk wilayah kita, khususnya Desa Malaka. Kita melihat banyak potensi yang kita miliki yang masih belum semuanya terakomodasi,” kata Iwan, Rabu (9/9/2026).
Karena itu, jika mendapat dukungan dan persetujuan masyarakat, ia mengaku siap mengambil bagian dalam kontestasi pemilihan kepala desa.
“Insyaallah kalau masyarakat menyetujui, kita siap maju,” ujarnya.
Jika dipercaya memimpin Desa Malaka, Iwan mengusung visi penguatan sektor pariwisata dengan menerapkan konsep Sapta Pesona secara lebih optimal. Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak dapat berdiri sendiri dan harus ditopang sektor lain, salah satunya pertanian.
Dia melihat masih terdapat lahan milik masyarakat yang belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi tersebut, kata dia, dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi bagian dari ekosistem pariwisata desa.
“Pariwisata dengan pertanian itu tidak bisa terlepas. Ada kesinambungan. Pariwisata jalan, pertanian sebagai pendukungnya. Kalau tidak ada pertanian, pariwisata juga tidak akan bisa berjalan,” jelasnya.
Selama ini, Iwan bersama kelompoknya juga telah berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia dengan menanam berbagai komoditas, seperti singkong, jagung hingga sayur-sayuran.
Upaya tersebut dilakukan baik pada lahan dengan luasan terbatas maupun lahan yang lebih luas. Ia menyebut, sebagian masyarakat telah mulai menerapkan dan hasilnya cukup baik.
Meski demikian, Iwan mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama jika ingin menjadikan Desa Malaka sebagai salah satu kawasan pariwisata unggulan di Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan utama yang harus mendapat perhatian serius, bukan hanya oleh pemerintah desa, tetapi juga masyarakat dan pemerintah daerah.
“PR utama kita bersama adalah masalah sampah. Ini PR kita bersama, baik di Desa Malaka maupun di tingkat kabupaten,” tegasnya.
Iwan menyebut posisi Desa Malaka sebagai salah satu pintu masuk kawasan pariwisata KLU membuat kebersihan menjadi hal yang sangat penting. Ia mengibaratkan Malaka sebagai bagian depan sebuah rumah yang harus ditata dan dijaga kebersihannya sebelum wisatawan memasuki kawasan lainnya.
“Pariwisata KLU ini gerbangnya di Malaka. Kalau ibarat rumah, ketika kita masuk, depannya harus bersih dulu. Ketika depannya bersih, otomatis di dalamnya juga akan terlihat bersih,” katanya.
Sementara dari sisi infrastruktur, Iwan menilai kondisi Desa Malaka saat ini relatif mendukung pengembangan potensi desa. Menurutnya, sejumlah hal yang masih menjadi kekurangan dapat diperbaiki secara bertahap melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan modal potensi pariwisata, pertanian, sumber daya manusia serta dukungan infrastruktur yang ada, saya yakin Desa Malaka ke depan mampu berkembang tanpa meninggalkan kepentingan masyarakat lokal,” tutupnya. (gii/*)






