kicknews.today – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar Rapat Paripurna ke-16 Masa Sidang II Tahun Dinas 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 KLU, Senin (20/07/2026). Sidang yang dipimpin Ketua DPRD KLU Agus Jasmani menjadi momentum refleksi perjalanan daerah sekaligus penguatan komitmen membangun Lombok Utara yang semakin mandiri, maju, dan sejahtera.
Dalam pembukaan sidang, Ketua DPRD Agus Jasmani mengajak seluruh peserta mengenang perjuangan panjang terbentuknya Kabupaten Lombok Utara yang resmi menjadi daerah otonom melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008. Menurutnya, usia ke-18 menjadi bukti perjalanan pembangunan yang terus menunjukkan kemajuan di berbagai sektor.

Dia menyampaikan, sejak berdiri hingga kini Lombok Utara telah mencatat berbagai capaian penting, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, hingga pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat signifikan dibanding awal pembentukan kabupaten.
“Seluruh capaian tersebut tidak membuat kita cepat berpuas diri. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan melalui sinergi seluruh unsur penyelenggara pemerintahan tanpa tendensi politik demi mewujudkan Lombok Utara yang bangkit, religius, inovatif, maju dan berkelanjutan,” ujar Agus.
Sementara, dalam pidato peringatan HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara, Bupati Najmul Akhyar mengusung tema “Kabupaten Lombok Utara Menuju Kemandirian.” Najmul menegaskan bahwa usia 18 tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi perjalanan panjang dalam merawat harapan dan membangun masa depan daerah.
“Momentum hari ulang tahun ini menjadi pengingat bahwa setiap capaian merupakan hasil gotong royong, kolaborasi, dan kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, peringatan hari jadi ini harus menjadi penyemangat untuk terus melanjutkan pembangunan menuju Lombok Utara yang semakin mandiri, maju, dan sejahtera,” katanya.
Najmul menyampaikan, selama dua tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, pemerintah daerah terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor pertanian, pariwisata, UMKM, hingga penciptaan iklim investasi yang kondusif.
Dia memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan yang pada awal pemekaran mencapai 43,12 persen kini turun menjadi 20,74 persen. Di bidang tata kelola keuangan, Kabupaten Lombok Utara kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Utara berdasarkan data Badan Pusat Statistik mencapai 69,63. Sementara prevalensi stunting pada triwulan pertama 2026 berhasil ditekan menjadi 12,9 persen, melampaui target nasional.
Di sektor infrastruktur, Najmul menilai pembangunan Alun-Alun Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu simbol kemajuan daerah. Selain menjadi ruang publik bagi masyarakat, kawasan tersebut juga telah berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memberi peluang usaha bagi pelaku UMKM.
Pemerintah daerah juga tengah mengembangkan program strategis menjadikan Lombok Utara sebagai pusat peradaban kurma tropis dunia di Indonesia. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan komoditas pertanian, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi baru berbasis riset, pendidikan, inovasi, wisata agro-religi, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam upaya mempercepat pemerataan pelayanan publik, Pemkab Lombok Utara juga mendorong pembentukan desa-desa persiapan. Berdasarkan hasil verifikasi administrasi dan teknis, sebanyak 26 desa persiapan dari 22 desa induk dinyatakan layak dibentuk. Penyerahan Peraturan Bupati tentang desa persiapan dilakukan bertepatan dengan momentum HUT ke-18 sebagai langkah awal menuju pembentukan desa definitif.
Meski demikian, Najmul mengakui masih banyak tantangan pembangunan yang harus dihadapi. Karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat terus memperkuat sinergi agar cita-cita mewujudkan Lombok Utara yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing dapat tercapai.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, para pendiri Kabupaten Lombok Utara, pemangku pembangunan, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama membangun daerah ini. Mari kita lanjutkan pembangunan dengan penuh optimisme dan semangat kebersamaan demi Bumi Tioq Tata Tunaq yang kita cintai,” tutup Najmul. (gii)




