kicknews.today – Komisi V DPR RI memastikan Gelanggang Olahraga (GOR) Turide Mataram akan direnovasi, guna mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Renovasi dipilih karena dinilai paling realistis agar venue siap digunakan saat NTB menjadi tuan rumah bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan dukungan DKI Jakarta.
Sementara itu, untuk rencana revitalisasi total GOR Turide akan dipertimbangkan setelah PON 2028 selesai.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengatakan kondisi GOR Turide yang dibangun sejak era 1980-an sudah membutuhkan pembenahan. Namun, waktu yang tersisa menuju PON 2028 tidak memungkinkan dilakukan pembangunan ulang secara menyeluruh. Ia juga menyebut biaya yang dibutuhkan untuk revitalisasi total GOR tersebut yakni sekitar Rp700 miliar.
“Kalau kita robohkan dulu, waktunya tidak cukup dalam dua tahun. Tadi sudah dihitung-hitung, butuh dana kurang lebih Rp700 miliar untuk revitalisasi total. Jadi sementara ini kita renovasi dulu. Setelah PON selesai baru kita revitalisasi,” ujarnya usai meninjau langsung kondisi GOR Turide bersama Pemerintah Provinsi NTB, Rabu (22/7/2026).
Menurut dia, renovasi akan difokuskan pada fasilitas yang dibutuhkan untuk cabang olahraga atletik, mengingat GOR Turide akan menjadi venue atletik pada PON 2028. Perbaikan akan diprioritaskan pada lintasan atletik dan penataan tribun agar memenuhi standar penyelenggaraan.
“Yang penting sekarang treknya dulu. Tribun penonton tinggal dirapikan supaya layak digunakan saat PON,” katanya.
Politisi PDIP itu menilai kawasan GOR Turide memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kompleks olahraga modern. Dengan luas lahan sekitar 11 hektare, kawasan tersebut dinilai cukup untuk menampung stadion utama beserta sejumlah venue olahraga lainnya.
Ia menyebut, setelah PON selesai, pemerintah pusat membuka peluang melakukan revitalisasi total sehingga kawasan itu bisa menjadi pusat olahraga berstandar nasional, bahkan berpotensi mendukung event internasional.
“Kompleks ini sangat potensial untuk dibangun lebih modern. Nanti setelah PON kita bisa revitalisasi secara menyeluruh,” jelasnya.
Meski demikian, Lasarus mengatakan kebutuhan anggaran dan desain revitalisasi masih akan dibahas bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, pembangunan menyeluruh dipastikan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kita akan bicara dengan Pak Gubernur. Nanti bagaimana skema pembiayaannya antara pemerintah pusat dan daerah. Yang jelas, karena NTB sudah ditunjuk sebagai tuan rumah, tidak ada cerita pekerjaan ini tidak kita selesaikan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengatakan pemerintah provinsi menyambut baik dukungan Komisi V DPR RI terhadap persiapan infrastruktur PON 2028.
Ia mengungkapkan penilaian awal terhadap kondisi GOR Turide sudah dilakukan. Namun, perhitungan kebutuhan anggaran renovasi masih menunggu penyusunan perencanaan yang lebih rinci.
“Asesmen awal sudah ada, tapi masih membutuhkan pendetailan perencanaan. Setelah itu baru bisa dihitung kebutuhan pembiayaannya,” katanya.
Menurut Kusuma, revitalisasi total memang menjadi kebutuhan karena usia bangunan yang sudah cukup tua. Namun, dengan waktu yang terbatas, pemerintah akan memprioritaskan renovasi venue yang akan digunakan pada PON 2028.
“Kalau melihat sisa waktu, revitalisasi total memang sulit dikejar. Karena itu, yang diprioritaskan dulu venue yang dipakai saat PON. Setelah itu baru dilakukan revitalisasi secara menyeluruh,” tandas Kusuma. (wii)




