kicknews.today — Kekeringan masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, sebanyak 35.717 jiwa atau 10.641 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di 52 desa pada 16 kecamatan.
Kalak BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis menjelaskan, untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, BPBD telah melakukan distribusi air bersih. Dalam rekapitulasi tersebut tercatat sebanyak 64 kali distribusi dengan total 320.000 liter air bersih yang disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak.

“Sebaran wilayah terdampak cukup luas. Data BPBD mencatat kekeringan terjadi antara lain di Kecamatan Woha, Wawo, Palibelo, Lambitu, Donggo, Soromandi, Bolo, Madapangga, Monta, Sape, Belo, Lambu, Langgudu, Wera, Tambora hingga Sanggar,” jelasnya, Kamis (10/9/2026).
Beberapa desa tercatat menerima distribusi air dalam jumlah cukup besar. Di Desa Samili, Kecamatan Woha, misalnya, terdapat 40 KK atau 200 jiwa yang masuk dalam data kebutuhan terdampak. Sementara Desa Tenga di kecamatan yang sama tercatat memiliki 705 KK atau 2.115 jiwa terdampak.
Di Kecamatan Wawo, Desa Pesa tercatat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah warga terdampak cukup besar, yakni 700 KK atau 2.217 jiwa. Desa Ntori juga tercatat sebanyak 407 KK atau 1.238 jiwa.
“Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Palibelo. Desa Ntonggu tercatat memiliki 1.232 KK atau 3.750 jiwa terdampak, sedangkan Desa Teke mencapai 548 KK atau 1.644 jiwa,” ujarnya.
Sementara itu, di Kecamatan Belo, sejumlah desa juga masuk dalam data wilayah terdampak, seperti Runggu sebanyak 689 KK atau 2.710 jiwa, Cenggu 230 KK atau 695 jiwa, Diha 173 KK atau 519 jiwa, serta Ncera 268 KK atau 804 jiwa.
Distribusi air juga dilakukan di wilayah Kabupaten Bima bagian timur dan selatan. Kecamatan Wera misalnya mencatat Desa Tawali, Nunggi, Sangiang dan Oi Tui sebagai wilayah terdampak. Di Kecamatan Tambora, distribusi air dilakukan ke Desa Kawinda Na’e dan Oi Katupa, sementara di Kecamatan Sanggar menyasar Desa Piong.
“Secara keseluruhan, rekapitulasi BPBD Kabupaten Bima mencatat 52 desa di 16 kecamatan telah masuk dalam wilayah terdampak yang dilayani. Jumlah warga terdampak mencapai 10.641 KK atau 35.717 jiwa,” pungkasnya. (jr)






