kicknews.today – Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan kelebihan pembayaran dalam penggunaan dana hibah untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB diminta mengembalikan kelebihan pembayaran tersebut.
Temuan itu diperoleh setelah Inspektorat NTB menyelesaikan audit dengan tujuan tertentu terhadap dana hibah sebesar Rp10 miliar yang menjadi objek pemeriksaan.

Inspektur Provinsi NTB, Budi Herman mengatakan, kelebihan pembayaran ditemukan pada komponen yang berkaitan dengan pajak dan sejumlah cabang olahraga. Namun, ia belum mengungkap nilai temuan maupun cabang olahraga yang dimaksud.
“Ada kelebihan bayar, terutama di pajak kalau tidak salah, kemudian di beberapa cabang olahraga,” kata Budi, Selasa (8/9/2026).
Audit dilakukan terhadap pengelolaan dana hibah untuk Porprov NTB 2026, mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
Menurut Budi, pemeriksaan tersebut difokuskan untuk memastikan dana yang bersumber dari anggaran daerah digunakan sesuai peruntukannya.
“Kalau dari kami, murni untuk mengetahui apakah anggaran tersebut digunakan sesuai peruntukannya atau tidak,” ujarnya.
Atas temuan tersebut, Inspektorat NTB telah menerbitkan rekomendasi yang harus ditindaklanjuti KONI NTB. Salah satunya berupa pengembalian kelebihan pembayaran.
“Lihatlah di situ rekomendasi kita. Rekomendasinya apa? Kembalikan,” tegas Budi.
Kendati demikian, Budi belum menjelaskan batas waktu yang diberikan kepada KONI NTB untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut. Ia meminta perkembangan tindak lanjut hasil audit dikonfirmasi kepada pengurus KONI NTB.
“Tanya KONI, ditindaklanjuti atau tidak. Saya tidak tahu rinci,” katanya.
Porprov XII NTB berlangsung pada 16–25 Juli 2026. Pemeriksaan terhadap anggarannya merupakan bagian dari fungsi pengawasan Inspektorat atas penggunaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Besaran kelebihan pembayaran, rincian transaksi yang menjadi temuan, dan cabang olahraga yang terkait belum disampaikan kepada publik. (wii/red.)






