kicknews.today — Pengurus Federasi Nasional (FN) Pordasi Pacu Kota/Kabupaten se-Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dilantik dan dikukuhkan di Mataram, 6 September 2026. Khusus FN Pordasi Pacu Kota Bima, kepengurusan kini dinakhodai Fadlin, S.Sos.
Usai dilantik, Fadlin langsung memasang target tinggi untuk membawa olahraga pacuan kuda Kota Bima semakin berprestasi, terutama menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di NTB.

“Sebagai tuan rumah kami siap tampil maksimal. Target medali emas,” kata Fadlin.
Target tersebut, menurut Fadlin, bukan sekadar ambisi. Namun menjadi bentuk komitmen pengurus untuk meningkatkan prestasi olahraga berkuda sekaligus mengangkat potensi kuda pacu lokal agar mampu bersaing di level nasional.
“Ini bukan hanya target pengurus, tetapi menjadi semangat bersama untuk membawa nama Kota Bima dan Nusa Tenggara Barat di event nasional,” ujarnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, Pordasi Pacu Kota Bima akan mulai melakukan sejumlah persiapan teknis. Salah satunya dengan menggelar event pacuan kuda sebagai ajang untuk menyeleksi kuda-kuda potensial.
“Ini bagian dari persiapan kita untuk membangun sistem pembinaan dan event yang lebih terarah,” katanya.
Fadlin menilai penyelenggaraan event pacuan secara rutin memiliki peran penting dalam mengukur kemampuan kuda dan joki. Selain menjadi ajang kompetisi, event tersebut juga dapat menjadi bagian dari proses seleksi dan pembinaan atlet menuju kejuaraan yang lebih tinggi.
Menurutnya, Kota Bima memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ikon pengembangan kuda pacu di NTB. Tradisi pacuan kuda yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat menjadi modal sosial yang harus dikelola secara serius, profesional dan berkelanjutan.
“Kita harus menjadi ikon pengembangan kuda pacu di NTB. Kita memiliki potensi, baik dari sisi kuda, joki, maupun tradisi masyarakat. Tinggal bagaimana kita kembangkan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” ujarnya.
Fadlin juga menekankan bahwa pengembangan olahraga pacuan kuda tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab satu daerah. Menurutnya, diperlukan solidaritas dan kolaborasi antarkabupaten/kota se-NTB untuk membangun ekosistem olahraga berkuda yang lebih kuat.
Setiap daerah, kata dia, memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat olahraga berkuda NTB, baik dari sisi kuda pacu, joki maupun penyelenggaraan event.
Dengan kolaborasi tersebut, Fadlin optimistis NTB mampu melahirkan kuda dan joki berkualitas yang dapat bersaing dalam berbagai kejuaraan nasional, termasuk PON XXII 2028 yang akan berlangsung di NTB.
“Kalau kita bersatu, saya yakin NTB punya kekuatan besar untuk pengembangan kuda pacu,” pungkasnya. (jr)






