kicknews.today – Seorang tahanan Polres Kabupaten Bima bernama Maulana (25), warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo, meninggal dunia pada Senin (25/5/2026). Maulana menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUD Kota Bima setelah beberapa hari dikabarkan sakit.
Maulana diketahui merupakan tersangka kasus pembunuhan seorang remaja SMP asal Desa Tambe yang sempat menggegerkan warga beberapa waktu lalu. Korban berusia 15 tahun itu ditemukan meninggal dunia di kawasan BTN Tambe dengan sejumlah luka di bagian wajah.

Usai melakukan penyelidikan, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil menangkap Maulana. Sejak saat itu, ia ditahan di Polres Bima untuk menjalani proses hukum.
Namun, setelah beberapa hari berada dalam tahanan, kondisi kesehatan Maulana menurun hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Kota Bima. Pihak rumah sakit membenarkan kabar meninggalnya tahanan tersebut, meski penyebab pasti kematiannya masih belum diketahui.
“Kami cek dulu rekam medisnya,” ujar Humas RSUD Kota Bima.
Jenazah Maulana kemudian dibawa pulang ke Desa Tambe untuk dimakamkan. Namun proses pemakaman sempat diwarnai penolakan dari pihak keluarga korban yang tidak menerima almarhum dimakamkan di desa tersebut.
Situasi sempat memanas saat jenazah hendak disalatkan di mushola. Untuk menghindari gejolak yang lebih besar, jenazah tidak membawa ke rumah duka.
“Sempat ada reaksi dari keluarga korban di mushola saat jenazah hendak disalatkan, karena tidak terima almarhum dimakamkan di Tambe,” ujar Kepala Desa Tambe, Candra Nan Arif.
Ia menjelaskan, proses pemakaman dilakukan secara cepat. Jenazah dibawa menggunakan ambulans langsung ke lokasi salat jenazah dan pemakaman tanpa disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka.
“Mungkin pertimbangannya karena ada reaksi dari pihak keluarga korban. Kabarnya jenazah juga sudah dimandikan di RSUD,” tambahnya.
Candra mengaku, almarhum selama hidupnya tinggal bersama neneknya. Sementara kedua orang tuannya sedang berada di Malaysia.
Meski sempat terjadi ketegangan, situasi di Desa Tambe pasca pemakaman dilaporkan kembali kondusif. Keluarga Maulana disebut telah mengikhlaskan kepergian almarhum. (jr)




