kicknews.today – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan kesiapan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjelang ajang MotoGP Mandalika yang dijadwalkan 9-11 Oktober 2026. Meski proses kurasi dari penyelenggara belum dibuka, namun Dinas Koperasi UKM terus memperkuat pembinaan agar produk lokal memenuhi standar dan siap bersaing saat event berskala internasional tersebut digelar nanti.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi NTB, Wirawan Ahmad mengatakan sebanyak 60 UMKM dari seluruh kabupaten kota akan terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP tahun 2026 ini. Hal ini disesuaikan dengan luas lahan yang telah disediakan oleh MGPA selaku penyelenggara acara.

“Ya, sama seperti tahun lalu, kita justru belajar dari pengalaman setiap tahun, nanti ada 60 UMKM yang terlibat dengan 30 stand, dan masing-masing stand itu diisi dua UMKM,” terang Wirawan Ahmad saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Dimana nanti para UMKM yang akan terlibat akan melewati proses kurasi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan instansi terkait lainnya yang aktif melaksanakan kurasi dan pembinaan ketat terhadap produk produk lokal. Proses ini bertujuan memastikan kualitas, kelayakan serta standar produk UMKM agar siap tampil dan bersaing di pasar internasional.
“Belum diumumkan secara spesifik tanggal pastinya oleh pihak penyelenggara. Namun, berkaca pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, proses seleksi dan kurasi produk biasanya dilakukan sekitar 1 bulan hingga beberapa minggu menjelang hari pelaksanaan,” jelas Wirawan.
Adapun produk yang akan dipasarkan oleh UMKM jelang ajang MotoGP 2026 di antaranya, produk kerajinan tangan, kain tenun lokal, mutiara, cenderamata, dan berbagai macam olahan produk kuliner. Produk kuliner diperkirakan masih mendominasi stan UMKM seperti tahun tahun sebelumnya dikarenakan memiliki permintaan tinggi dari pengunjung.
“Semuanya nanti terlibat, kuliner biasanya paling banyak memenuhi stand disana,” ujarnya.
Terkait cara ikut serta sebagai pelaku UMKM pada ajang MotoGP Mandalika, Wirawan menjelaskan hal tersebut dapat dilakukan melalui dua jalur utama yakni, difasilitasi oleh pemerintah daerah atau mendaftar mandiri sebagai tenant komersial melalui pengelola sirkuit (ITDC / MGPA).
Cara untuk mendaftarkan UMKM: jalur Fasilitas Pemerintah (Dinas Koperasi dan UMKM) diantaranya:
1. Pantau Pengumuman Resmi: Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB maupun Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah rutin membuka kuota stan gratis atau subsidi bagi UMKM lokal.
2. Ikuti Kurasi Produk: Daftarkan produk anda saat call for submission dibuka. Produk makanan, minuman, kerajinan tangan, dan suvenir akan dikurasi berdasarkan kualitas, kemasan, serta standar kebersihan (bekerja sama dengan BPOM).
3. Ikuti Technical Meeting: Jika lolos, ikuti pengarahan teknis (technical meeting) online atau offline dari Dinas Koperasi untuk penentuan titik lapak dan zona penonton. (wii)






