Sebulan jelang MotoGP, seberapa siap ekosistem kendaraan listrik Mandalika?

Ilustrasi pengisian daya Mobil Listrik
Ilustrasi pengisian daya Mobil Listrik

kicknews.today – Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 tinggal sekitar satu bulan lagi. Balapan dijadwalkan berlangsung 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, dengan target lebih dari 145 ribu penonton selama tiga hari.

Berbagai persiapan mulai dimatangkan, dari pengaturan mobilitas pengunjung hingga keandalan pasokan listrik. Di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Nusa Tenggara Barat (NTB), muncul pertanyaan lain: seberapa siap ekosistem kendaraan listrik di Mandalika menghadapi ajang sebesar MotoGP?

Data PLN menunjukkan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di NTB meningkat cukup tajam. Hingga Juni 2026, PLN mencatat terdapat 51 unit SPKLU di NTB, bertambah dari sebelumnya 38 unit.

Pemanfaatannya juga meningkat. Konsumsi energi melalui SPKLU disebut melonjak dari sekitar 4.000 menjadi 32 ribu dalam periode setahun.

“Jadi luar biasa kenaikannya ya sejak setahun terakhir dari 2025 ke 2026,” kata General Manager PLN UIW NTB saat itu, Sri Heny Purwanti, dalam kegiatan sosialisasi penggunaan SPKLU di Mataram, 12 Juni 2026.

PLN saat itu juga mencatat lebih dari 500 kendaraan listrik aktif memanfaatkan fasilitas pengisian daya umum di NTB. Seluruh lokasi SPKLU telah diintegrasikan dalam aplikasi PLN Mobile sehingga pengguna dapat mencari titik pengisian sekaligus memantau antrean.

Pertumbuhan itu menunjukkan penggunaan kendaraan listrik di NTB mulai meningkat. Namun, jumlah SPKLU di tingkat provinsi belum otomatis menggambarkan kesiapan fasilitas pengisian kendaraan listrik khusus di kawasan Mandalika saat MotoGP berlangsung.

Terlebih, penyelenggara menargetkan lebih dari 145 ribu penonton menghadiri rangkaian MotoGP Mandalika 2026. Target tersebut meningkat dibanding penyelenggaraan 2025 yang mencatat 140.324 penonton.

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Warokka mengatakan persiapan tidak hanya menyangkut kawasan sirkuit, tetapi juga mobilitas pengunjung.

“Seluruh aspek operasional terus kami sempurnakan, mulai dari pengelolaan kawasan, mobilitas pengunjung, hingga koordinasi lintas instansi,” kata Troy.

Dari sisi kelistrikan, PLN UIW NTB kini melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap peralatan, jaringan dan instalasi yang akan menopang MotoGP.

Pemeriksaan mencakup kebutuhan daya, jalur instalasi, titik sambungan, panel hingga perangkat pendukung. PLN juga mempersiapkan pemasangan instalasi pada titik yang membutuhkan tambahan dukungan listrik.

“Kami terus melakukan pemeriksaan peralatan, jaringan dan instalasi kelistrikan sekaligus mempersiapkan pemasangan pada titik-titik yang membutuhkan dukungan listrik,” kata General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli.

Menurut Yondri, seluruh tahapan dilakukan secara terukur dan bertahap agar kebutuhan listrik selama MotoGP dapat dilayani dengan andal. PLN juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memetakan kebutuhan di lapangan.

Selain jaringan PLN, dukungan pembangkit untuk kawasan sirkuit juga mulai disiapkan. PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara menyiapkan pembangkit dengan total daya mampu pasok sekitar 4 megawatt (MW) yang ditempatkan khusus untuk mendukung suplai kelistrikan kawasan Sirkuit Mandalika.

Namun, kesiapan pasokan listrik untuk penyelenggaraan MotoGP berbeda dengan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik.

Hingga pertengahan September 2026, belum ditemukan informasi publik terperinci mengenai berapa SPKLU yang akan tersedia khusus di dalam maupun sekitar kawasan Sirkuit Mandalika selama MotoGP 2026, kapasitas masing-masing pengisi daya, maupun apakah PLN akan menambah fasilitas pengisian sementara untuk menghadapi peningkatan aktivitas selama ajang berlangsung.

Belum tersedia pula data publik mengenai berapa kendaraan listrik yang diperkirakan digunakan selama MotoGP Mandalika 2026.

Padahal, PLN sendiri sebelumnya menyebut rasio ideal pelayanan SPKLU sekitar satu titik untuk 10 kendaraan. Rasio tersebut digunakan untuk menjaga waktu antrean pengguna kendaraan listrik.

Karena itu, kesiapan ekosistem kendaraan listrik menjelang MotoGP tidak cukup hanya dilihat dari jumlah SPKLU di seluruh NTB.

Sebarannya di koridor strategis seperti Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid-Mandalika, keberadaan fasilitas fast charging di sekitar kawasan wisata dan hotel, kapasitas pengisian di Mandalika, hingga kemampuan melayani kendaraan dalam waktu bersamaan menjadi bagian yang perlu diperhitungkan.

MotoGP 2026 dapat menjadi salah satu ujian bagi perkembangan ekosistem kendaraan listrik NTB.

Jumlah SPKLU dan pemanfaatannya memang meningkat. Namun, sebulan menjelang MotoGP, pertanyaan mengenai berapa fasilitas pengisian kendaraan listrik yang benar-benar tersedia untuk menopang mobilitas menuju dan di sekitar Mandalika masih membutuhkan jawaban lebih rinci dari PLN dan penyelenggara. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI