Ratusan siswa di Lombok Tengah keracunan MBG, dapur SPPG diperiksa

Asisten II Setda Lombok Tengah L Rinjani turun sidak dapur SPPG Batukliang. (foto kicknews.today/ist)
Asisten II Setda Lombok Tengah L Rinjani turun sidak dapur SPPG Batukliang. (foto kicknews.today/ist)
kicknews.today – Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Fathul Gani, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batukliang Mekar Bersatu, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (11/9/2026).
Sidak dilakukan menyusul laporan dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan SPPG tersebut.
SPPG Batukliang Mekar Bersatu diketahui melayani sekitar 1.900 penerima manfaat pada hari kejadian. Dari jumlah tersebut, ratusan siswa dari sejumlah sekolah dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan kemudian mendapatkan penanganan di beberapa fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data sementara, sekitar 200 orang telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Di Puskesmas Mantang, sebanyak 67 orang telah diperiksa dan diperbolehkan pulang. Sementara tujuh orang masih menjalani observasi dan satu orang mendapatkan tindakan infus.
Di wilayah Pringgarata, tercatat 140 orang mendapatkan penanganan. Sebanyak 123 orang mengalami gejala ringan dan telah diperbolehkan pulang.
Sementara di Bagu terdapat 16 orang yang mendapatkan pelayanan dan seluruhnya telah diperbolehkan pulang. Sedangkan di Puskesmas Aik Darek, empat orang masih menjalani observasi medis.
Sejumlah sekolah yang terdampak di antaranya SDN Beber dan dua sekolah lainnya yang menerima distribusi makanan dari SPPG Batukliang Mekar Bersatu.
Menu MBG yang dikonsumsi para penerima manfaat pada hari kejadian adalah Chicken Kebab. Menu tersebut terdiri dari tortila, sate ayam, stik tempe, selada, timun, tomat, serta buah salak.
Dalam sidak tersebut, Satgas MBG NTB bersama unsur terkait mengecek langsung proses pengelolaan dapur, penerapan standar operasional, hingga kelengkapan administrasi SPPG.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan SPPG Batukliang Mekar Bersatu telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kehadiran apel SPPG juga terpenuhi, sementara tenaga chef yang bertugas telah memiliki sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Meski demikian, masih ditemukan sejumlah catatan. Salah satunya terkait pelabelan ompreng yang belum diterapkan secara menyeluruh pada seluruh wadah makanan.
SPPG Batukliang Mekar Bersatu juga tercatat pernah menghentikan sementara operasionalnya pada 1-9 April 2026. Penghentian tersebut berkaitan dengan perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Asisten II Setda Lombok Tengah, L Rinjani, memastikan seluruh siswa yang sempat mendapatkan perawatan medis kini telah diperbolehkan pulang.
“Alhamdulillah semua anak-anak kita sudah diperbolehkan pulang semua dari puskesmas,” ujarnya.
Meski seluruh siswa telah diperbolehkan pulang, investigasi masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Pemeriksaan meliputi pengujian sampel makanan serta evaluasi terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari pengolahan hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Satgas MBG NTB memastikan proses penanganan dilakukan secara cepat dan terpadu, dengan keselamatan penerima manfaat sebagai prioritas utama.
Hasil investigasi nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG. (wii)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI