kicknews.today – Menu berupa chicken kebab disantap sejumlah siswa sebelum mengalami gangguan kesehatan yang diduga sebagai keracunan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (11/9/2026).
Berdasarkan keterangan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut terdiri atas tortila, sate ayam, stik tempe, selada, timun dan tomat, serta dilengkapi buah salak.

Makanan itu diproduksi dan didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batukliang Mekar Bersatu. Pada hari kejadian, dapur tersebut melayani sekitar 1.900 penerima manfaat dari sejumlah sekolah.
Setelah menyantap makanan tersebut, ratusan siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Pemkab Lombok Tengah mencatat sebanyak 200 penerima manfaat telah mendapatkan pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Para siswa ditangani di Puskesmas Mantang, wilayah Pringgarata, Bagu, dan Puskesmas Aik Darek. Sebagian besar dilaporkan mengalami gejala ringan dan telah diperbolehkan pulang, sedangkan beberapa orang masih menjalani observasi medis.
Siswa yang mengalami keluhan berasal dari sejumlah sekolah, termasuk SDN Beber dan dua sekolah lain yang menerima distribusi makanan dari SPPG Batukliang Mekar Bersatu.
Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis Provinsi NTB, Fathul Gani, turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke dapur SPPG Batukliang Mekar Bersatu pada Jumat.
Satgas MBG NTB bersama unsur terkait memeriksa proses pengelolaan dapur, penerapan standar operasional, dan kelengkapan administrasinya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan SPPG tersebut telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kehadiran apel petugas disebut terpenuhi dan tenaga koki telah memiliki sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Namun, Satgas menemukan pelabelan ompreng belum diterapkan secara menyeluruh pada seluruh wadah makanan.
SPPG Batukliang Mekar Bersatu sebelumnya juga pernah dihentikan sementara pada 1–9 April 2026 untuk perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Sementara itu, Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata mengatakan, kepolisian masih mengumpulkan informasi dari jajaran polsek dan Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah untuk memastikan kronologi kejadian.
“Masih menunggu informasi dari polsek atau pihak terkait tentang kejadiannya bagaimana. Secara pasti, kami masih menunggu,” kata Brata.
Sampel makanan kini diperiksa dan seluruh tahapan penyediaan makanan sedang dievaluasi untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Hingga hasil pemeriksaan keluar, belum dapat dipastikan apakah keluhan yang dialami para siswa disebabkan oleh menu MBG tersebut atau faktor lain. (red.)






