422 gempa terjadi di NTB selama September, aktivitas didominasi zona subduksi

Ilustrasi seismograph gempa
Ilustrasi
kicknews.today — Aktivitas geofisika di Nusa Tenggara Barat (NTB) terbilang tinggi sepanjang September 2026. Stasiun Geofisika Mataram mencatat sedikitnya 422 kejadian gempabumi terjadi di wilayah NTB selama sebulan.
Dari ratusan kejadian tersebut, dua gempabumi tercatat dirasakan oleh masyarakat.
Data Stasiun Geofisika Mataram menunjukkan aktivitas kegempaan NTB masih didominasi oleh sejumlah sumber gempa aktif. Di antaranya zona subduksi Lempeng Indo-Australia, Sesar Naik Busur Belakang Flores, Sesar Mendatar Selat Sumbawa, serta sesar aktif di sekitar Gunung Tambora.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa wilayah NTB masih berada dalam kawasan dengan aktivitas tektonik yang dinamis.
Tak hanya gempabumi, aktivitas petir juga tercatat cukup signifikan. Sepanjang September 2026, BMKG mencatat 207 kejadian sambaran petir di wilayah NTB.
Kabupaten Sumbawa menjadi daerah dengan catatan sambaran petir paling tinggi, mencapai 200 kejadian.
Sementara itu, pengamatan kemagnetan bumi selama periode yang sama menunjukkan nilai Indeks-K mencapai 4 dan indeks A maksimum 14.
BMKG menjelaskan kondisi tersebut menandakan adanya gangguan magnet aktif, namun belum sampai menimbulkan badai magnet.
Stasiun Geofisika Mataram mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi dan peringatan resmi BMKG, khususnya terkait aktivitas gempabumi dan fenomena geofisika lainnya.
Masyarakat juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi BMKG.
Data lengkap aktivitas gempabumi, petir, dan kemagnetan bumi NTB selama September 2026 telah dipublikasikan melalui kanal resmi Stasiun Geofisika Mataram. (jr)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI