kicknews.today – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,6 mengguncang wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (17/10/2026) malam. Getaran gempa tersebut turut dirasakan masyarakat di Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa.
Berdasarkan hasil analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 20.46.17 WITA dengan kedalaman 34 kilometer.
Episenter gempa terletak pada koordinat 9,52 derajat Lintang Selatan dan 118,54 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 49 kilometer barat Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, S.T., M.M., menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme sesar naik dengan kombinasi pergerakan mendatar atau reverse right-lateral oblique.
Berdasarkan laporan masyarakat dan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Sumbawa.
“Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, dengan sensasi seperti ada truk yang sedang melintas,” jelasnya.
Hingga pukul 21.25 WITA pada Sabtu malam, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa demi keselamatan,” pungkasnya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar memastikan informasi resmi mengenai aktivitas gempa bumi hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi. (jr)


