kicknews.today – Plafon bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Semaya di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, ambruk pada Jumat lalu. Padahal, bangunan sekolah tersebut baru saja selesai direhabilitasi pada Januari 2025.
Kepala SDN 3 Semaya, H. Usnan, mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sejumlah bagian plafon di teras beberapa ruang kelas juga sempat mengalami kerusakan serupa.
“Yang jatuh itu plafonnya saja. Kejadian seperti ini sebelumnya juga pernah terjadi di beberapa titik, seperti teras kelas V, kelas III, dan kelas IV. Nah, yang terakhir ambruk ini adalah bagian teras kelas I,” terang Usnan, Selasa (20/10/2026).
Beruntung, saat insiden terjadi kondisi lingkungan sekolah sedang sepi dari aktivitas siswa, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Usnan menjelaskan, pengerjaan proyek rehabilitasi SDN 3 Semaya dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rehabilitasi Tahun 2024. Pengerjaan fisik berlangsung selama enam bulan dan dinyatakan tuntas pada Januari 2025.
Proyek rehabilitasi sekolah dengan nilai anggaran diperkirakan mendekati Rp2 miliar tersebut mencakup perbaikan toilet, ruang kelas, ruang guru, penggantian atap genteng, pintu, hingga material kayu.
Terkait penyebab pasti ambruknya plafon bermaterial gipsum tersebut, pihak sekolah mengaku belum mengetahuinya secara teknis.
“Kalau penyebab pastinya saya tidak tahu karena yang mengerjakan ahli bangunan. Informasi yang kami terima, penggunaan material gipsum memang sudah tercantum dalam gambar rancangan proyek,” terangnya.
Pasca-kejadian, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan pengawas, aparat setempat, serta pihak pelaksana proyek (CV) yang menangani rehabilitasi gedung tersebut.
Berdasarkan hasil komunikasi, pihak kontraktor menyatakan bersedia menurunkan tim untuk mengukur serta memeriksa tingkat kerusakan plafon.
“Pihak CV menyatakan bersedia membantu perbaikan material gipsum yang rusak. Hanya saja, karena masa garansi atau pemeliharaan enam bulan sudah habis, mereka minta biaya ongkos tukang ditanggung oleh pihak sekolah,” pungkasnya. (cit/*)


