Pordasi Pacu Kota Bima temui Ketua KONI, bahas aturan pacuan hingga persiapan PON 2028

kicknews.today – Pasca dilantik dan dikukuhkan, jajaran pengurus Federasi Nasional (FN) Pordasi Pacu Kota Bima mulai bergerak mematangkan organisasi serta agenda olahraga berkuda di daerah.

Langkah awal dilakukan dengan menyambangi kediaman Ketua KONI Kota Bima, Alfian Indrawirawan, Jumat malam (11/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua FN Pordasi Pacu Kota Bima menyampaikan sejumlah poin penting terkait keberadaan organisasi, termasuk rencana menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) serta Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Salah satu hal yang disampaikan yakni kedudukan FN Pordasi Pacu Kota Bima yang telah diakui oleh KONI Kota Bima sebagai bagian dari organisasi olahraga yang menaungi cabang pacuan kuda.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membahas arah pengembangan olahraga pacuan kuda di Kota Bima, termasuk persiapan atlet dan kuda menghadapi agenda kejuaraan tingkat nasional.

Ketua KONI Kota Bima, Alfian Indrawirawan, menyambut hangat kedatangan jajaran pengurus baru FN Pordasi Pacu Kota Bima.

Alfian mengaku bersyukur dapat bertemu langsung dengan pengurus baru sekaligus mendengarkan sejumlah poin yang disampaikan terkait keberadaan dan program Pordasi Pacu ke depan.

Menurutnya, keberadaan organisasi olahraga yang baru terbentuk tersebut perlu segera dikomunikasikan secara lebih luas kepada pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bima.

“Segera sampaikan atau laporkan keberadaan FN Pordasi Pacu Kota Bima ini kepada Wali Kota Bima dan Forkopimda,” demikian salah satu arahan Alfian dalam pertemuan tersebut.

Selain membahas organisasi dan agenda kompetisi, pertemuan juga menyinggung aturan serta teknis pelaksanaan pacuan kuda di wilayah NTB.

FN Pordasi Pacu Kota Bima nantinya akan merujuk pada hasil kesepakatan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilaksanakan di Mataram.

Salah satu ketentuan yang menjadi perhatian adalah penggunaan meterbyg atau alat ukur kuda yang disepakati hanya satu untuk seluruh wilayah NTB.

Begitu pula dengan petugas pengukur kuda yang akan menggunakan satu petugas untuk seluruh NTB. Hal tersebut dimaksudkan agar proses pengukuran memiliki standar dan acuan yang sama.

Sementara untuk kuda yang telah masuk kategori dewasa, pengukuran cukup dilakukan satu kali. Setelah itu, kuda tersebut akan diberikan kartu kuda sebagai identitas dan acuan dalam pelaksanaan pacuan berikutnya.

Kesepakatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan standar teknis yang seragam dalam setiap penyelenggaraan pacuan kuda di NTB, termasuk di Kota Bima.

Dengan kepengurusan baru dan dukungan KONI, FN Pordasi Pacu Kota Bima diharapkan mampu membangun pembinaan yang lebih terarah, sekaligus mempersiapkan atlet dan kuda pacu terbaik untuk menghadapi PON 2028. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI