kicknews.today – Antusiasme masyarakat terhadap program operasi mata gratis di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) cukup tinggi. Menjelang pelaksanaan yang dijadwalkan berlangsung 11-13 September 2026, jumlah warga yang mendaftar bahkan telah melampaui kuota yang ditargetkan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Ns. H. L. Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep., mengatakan hingga Jumat (11/9/2026), tercatat 519 calon pasien katarak dan 39 calon pasien pterygium yang telah mendaftarkan diri.
“Sampai hari ini yang mendaftar untuk calon pasien katarak sejumlah 519, sedangkan untuk pterygium sejumlah 39. Untuk skrining dilakukan di lokasi menjelang operasi mata hari ini,” katanya.
Menurut Aries, proses skrining awal telah dilakukan melalui puskesmas. Selanjutnya, calon pasien akan menjalani skrining ulang di rumah sakit untuk memastikan kelayakan sebelum menjalani tindakan operasi.
Penataan peserta dilakukan dengan memberikan keterwakilan dari masing-masing kecamatan. Dari 35 puskesmas yang ada di Lombok Timur, seluruhnya memiliki keterwakilan dalam program tersebut.
“Skrining pertama itu di puskesmas, sehingga penentuan untuk skrining ulang itu hari ini menjelang operasi atau di Rumah Sakit Lombok Timur. Dari 35 puskesmas di Lotim ada keterwakilan dan rata-rata jumlahnya di masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Aries menyebut tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah pendaftar melebihi target awal yang ditetapkan sebanyak 500 pasien.
Pihaknya sebelumnya telah berkomunikasi agar kuota dapat ditambah hingga 600 pasien, sehingga warga yang telah memenuhi persyaratan masih memiliki peluang untuk mendapatkan layanan tersebut.
“Alhamdulillah pendaftar melebihi batas kuota. Namun kemarin sudah saya bicarakan bisa sampai kuota 600, dengan target 500 kuota,” ujarnya.
Ia menegaskan, tidak hanya tindakan operasi, seluruh rangkaian pemeriksaan sebelum maupun setelah operasi juga diberikan secara gratis kepada pasien.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Lombok Timur yang mengalami gangguan penglihatan, khususnya akibat katarak dan pterygium, sehingga dapat kembali memperoleh kualitas penglihatan yang lebih baik. (cit)






