kicknews.today – Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) dan para pedagang Pasar Pringgabaya Lombok Timur menggelar audiensi di kantor Dinas Perdagangan Lombok Timur pada Senin (25/5/2026). Mereka pertanyakan tindak lanjut penanganan pasar Pringgabaya pascakebakaran. Baik pembangunan lapak sementara, serta bantuan permodalan bagi pedagang yang terdampak.

Sekretaris Gempur M. Zaini menjelaskan pihaknya hadir memfasilitasi dan menyampaikan tuntutan pedagang terdampak.
Sementara Ketua Gempur Ustadz Asdar meminta pemerintah segera menindaklanjuti hasil audiensi mereka pada tanggal 7 Mei 2026, terutama bantuan permodalan yang sebelumnya direncanakan bekerja sama dengan Pegadaian dengan bunga ditanggung pemerintah.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan, Hadi Faturahman menjelaskan pembangunan lapak sementara dijadwalkan mulai dikerjakan minggu depan setelah berkoordinasi dengan Dinas PUPR terkait desain dan teknis.
Ia juga menyebut Bupati Lombok Timur telah berkoordinasi dengan tim rehabilitasi sarana dan prasarana pasar yang akan melakukan justifikasi langsung di lapangan pada 3–5 Juli mendatang.
“Untuk pembangunan pasar permanen, anggarannya berasal dari APBN yang dikerjakan tahun 2027 mendatang. Terkait permodalan, pemerintah masih berkomunikasi dengan Bank NTB Syariah. bantuan di atas Rp5 juta dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR),” katanya.
Ia mengatakan pemerintah hadir sebagai pelayan masyarakat dan berkomitmen menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan pedagang melalui Gempur.
“Gempur hadir untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dan kami sebagai pemerintah tentu memiliki kewajiban melayani masyarakat,” ujarnya.
Sedangkan Kabid Penanganan Pasar Lalu Ansori Fauzan menambahkan pembangunan lapak sementara menggunakan dana tak terduga dan saat ini masih dalam proses administrasi.
Seluruh pedagang terdampak direncanakan dipindahkan sementara ke belakang pasar agar pembangunan berjalan maksimal. (cit)




