kicknews.today – Kepolisian mulai menyelidiki kasus 352 siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (11/9/2026).
Polres Lombok Tengah telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan tersebut. Polisi juga meminta keterangan sejumlah pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan produksi makanan.

Kapolres Lombok Tengah Kombes Pol Hariyanto mengatakan, pihak yang dimintai keterangan meliputi kepala SPPG, kepala dapur dan kepala yayasan yang menaungi operasional dapur MBG tersebut.
“Tim Inafis sudah ke sana melakukan olah TKP, tinggal menunggu informasinya. Konsekuensi hukum kita lihat hasilnya dulu,” kata Hariyanto, dikutip Senin (14/9/2026).
Makanan yang dikonsumsi para siswa diproduksi SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu di Dusun Gunung Kedul, Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang. SPPG tersebut dikelola Yayasan Budi Sain Mangkling.
Selain melakukan olah TKP dan meminta keterangan pengelola, polisi mengamankan sampel makanan untuk diperiksa. Sampel telah dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram guna mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Hariyanto mengatakan kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian maupun menentukan langkah hukum selanjutnya karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Masih tunggu, ya,” katanya.
Sebanyak 352 siswa dari lima sekolah sebelumnya mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Jumat (11/9/2026). Keluhan yang dirasakan antara lain pusing, mual, muntah, sakit perut dan lemas.
Lima sekolah yang terdampak ialah SDN 2 Lendang Tampel, SDN Repok Puyung, SDN Beber, MTs Qudwatun Hasanah dan SDN Mertak Kesambik.
Berdasarkan data penanganan hingga Jumat pukul 17.00 Wita, sebanyak 144 siswa ditangani di Puskesmas Pringgarata, 124 siswa di Puskesmas Aik Darek, 67 siswa di Puskesmas Mantang dan 17 siswa di Puskesmas Bagu.
Sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan observasi. Dokter penanggung jawab Puskesmas Pringgarata, dr Dessy Jumianita, mengatakan tidak ada siswa yang mengalami kondisi berat.
“Sejauh ini tidak ada yang parah. Ada 17 siswa yang masuk kategori sedang, sisanya kategori ringan,” ungkapnya.
Menu MBG yang disantap para siswa berupa kebab dengan komponen kulit tortila, daging ayam filet, stik tempe, timun dan selada, serta dilengkapi buah salak.
Makanan mulai diantarkan ke sekolah sekitar pukul 08.15 Wita dan dibagikan kepada para siswa sekitar pukul 09.00 Wita. Keluhan kesehatan dilaporkan mulai muncul pada rentang pukul 09.10 Wita hingga 12.15 Wita.
Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling, Khaeruddin, menyatakan proses pengolahan dan distribusi makanan telah dilakukan sesuai prosedur. Menurutnya, makanan dimasak sejak dini hari, dikemas sekitar pukul 04.30 Wita dan mulai dikirim ke sekolah pada pukul 07.00 Wita.
“Makanan tersebut dimasak sejak dini hari, dikemas sekitar pukul 04.30 Wita dan mulai diantar ke sekolah-sekolah pada pukul 07.00 Wita. Rentang waktu yang baik untuk dimakan itu sebelum pukul 09.00 Wita. Kami sudah informasikan kepada pihak sekolah,” ujarnya.
Khaeruddin menduga munculnya gangguan kesehatan berkaitan dengan keterlambatan makanan dikonsumsi di sejumlah sekolah. Namun, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium BBPOM Mataram dan penyelidikan kepolisian.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga mengevaluasi operasional SPPG tersebut. Asisten II Setda Lombok Tengah Lalu Rinjani sebelumnya mengatakan penghentian sementara operasional dapur dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan laporan berjenjang kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kalau ini dirasakan berat, kemungkinan besar disuspensi,” katanya.
Kepolisian memastikan penyelidikan akan dilanjutkan berdasarkan keterangan para pihak, hasil olah TKP dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan. Hingga kini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. (red.)






