Calon program ke Jepang dari NTB sudah lampaui kuota, Disnakertrans kantongi 2.140 nama

Kepala Disnakertrans NTB, Aidy Furqan. Foto: kicknews.today/wina
Kepala Disnakertrans NTB, Aidy Furqan. Foto: kicknews.today/wina

kicknews.today – Jumlah calon peserta program kerja, magang, dan beasiswa ke Jepang yang dihimpun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat telah melampaui kuota awal. Disnakertrans NTB mengantongi 2.140 nama, sedangkan kuota yang disiapkan sebanyak 2.000 orang.

Kepala Disnakertrans NTB, Aidy Furqan, mengatakan terdapat kelebihan 140 calon peserta. Seluruh nama yang telah dihimpun masih harus mengikuti seleksi untuk menentukan peserta yang memenuhi persyaratan.

“Kelebihan kuota malah ini. Sebanyak 2.140 orang sudah daftar,” kata Aidy saat ditemui di kantornya, Senin (21/9/2026).

Namun, 2.140 nama tersebut masih berupa daftar awal calon peserta yang dihimpun Disnakertrans NTB, bukan peserta yang telah dipastikan berangkat. Pendaftaran melalui sistem daring juga belum dibuka karena pemerintah daerah masih menunggu regulasi teknis dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Baca juga: NTB siapkan 2.140 pemuda ke Jepang, ada tawaran beasiswa senilai Rp900 juta per peserta

Aidy menjelaskan, calon peserta dalam daftar awal tersebut dihimpun dari tiga sumber. Pertama, peserta yang sedang atau pernah mengikuti pelatihan melalui lembaga pelatihan kerja (LPK) di NTB.

Kedua, masyarakat yang sebelumnya pernah mendaftar program magang ke Jepang tetapi belum lolos. Ketiga, siswa maupun lulusan SMK pusat keunggulan yang memiliki pembelajaran bahasa Jepang.

“Sebanyak 2.140 orang ini merupakan calon yang dihimpun dari tiga tempat berbeda, yaitu LPK di wilayah NTB, mereka yang pernah mendaftar magang ke Jepang tetapi belum lolos, serta SMK pusat keunggulan yang memiliki program bahasa Jepang,” jelasnya.

Disnakertrans NTB juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB untuk menguji coba kelas migran di empat SMK. Dua sekolah berada di Pulau Lombok, sedangkan dua lainnya di Pulau Sumbawa.

Pelatihan pendampingan bagi peserta di sekolah tersebut direncanakan berlangsung mulai Oktober hingga Desember 2026.

“Kami sudah memulai program itu dan pelatihan pendampingannya mulai Oktober, November, dan Desember,” kata Aidy.

Kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu persyaratan utama. Calon peserta yang mencapai kemampuan bahasa Jepang setara Japanese-Language Proficiency Test (JLPT) N3 berpeluang mengikuti jalur beasiswa pendidikan.

Sementara calon peserta jalur kerja atau magang harus memenuhi tingkat kemampuan bahasa yang ditentukan dalam program, sekurang-kurangnya N4 berdasarkan skema yang sedang disiapkan.

“Kalau kemampuan bahasanya N3, dia bisa langsung mendapat beasiswa. Kalau di bawah itu, misalnya N4, dia bisa mendaftar untuk bekerja atau magang di Jepang,” ujarnya.

Aidy turut menjelaskan informasi mengenai nilai beasiswa sekitar Rp900 juta per peserta. Menurutnya, angka tersebut bukan uang tunai yang diberikan kepada penerima, melainkan perkiraan nilai pembiayaan pendidikan hingga selesai.

Perhitungan tersebut mengacu pada skema beasiswa ke Jepang yang sebelumnya dijalankan Kemendes PDT di luar program yang kini sedang dipersiapkan bersama Pemprov NTB.

“Itu hitungan dari Kemendes PDT yang sudah memberangkatkan peserta beasiswa Jepang di luar program ini. Pembiayaannya dari Pemerintah Jepang, bukan Pemerintah Indonesia, sepanjang peserta memenuhi persyaratan N3,” terangnya.

Menurut Aidy, penerima beasiswa akan menjalani pendidikan hingga selesai dan selanjutnya berpeluang bekerja di Jepang. Sementara peserta jalur kerja atau magang tetap harus menjalani pelatihan, terutama untuk memenuhi kemampuan bahasa yang dipersyaratkan.

Disnakertrans NTB masih menunggu petunjuk teknis dari Kemendes PDT mengenai mekanisme pendaftaran, seleksi, pembiayaan, dan pemberangkatan. Pemerintah daerah berharap tahapan program dapat dimulai pada 2026.

“Kita harapkan bisa tahun ini. Namun, berdasarkan hasil koordinasi dengan kementerian, sistem atau tautan pendaftarannya kemungkinan baru dibuka bulan depan,” kata Aidy.

Selain menyiapkan 2.140 calon untuk kuota 2.000 peserta, Disnakertrans NTB tengah mempersiapkan 40 orang melalui jalur kerja yang berbeda. Kelompok tersebut diharapkan dapat diberangkatkan pada 2026 setelah seluruh persyaratan terpenuhi.

“Yang 40 orang itu jalur mandiri, tetapi sudah dijamin ada penempatannya,” tutup Aidy. (wii/red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI