kicknews.today – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan 2.140 calon peserta untuk mengikuti program magang, bekerja, dan pendidikan di Jepang. Salah satu jalur yang ditawarkan berupa beasiswa sekolah profesi dengan nilai mencapai sekitar Rp900 juta per peserta.
Persiapan program dibahas dalam pertemuan antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Kepala Disnakertrans NTB, Aidy Furqan mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan untuk menyelaraskan regulasi, kesiapan teknis, dan mekanisme pemberangkatan peserta.
“Pemerintah Provinsi NTB telah menyiapkan 2.140 calon peserta yang diproyeksikan untuk program magang, kerja, maupun beasiswa ke Jepang,” kata Aidy.
Para calon peserta masih harus mengikuti tahapan seleksi dan pelatihan. Kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu persyaratan utama untuk menentukan jalur yang dapat diikuti.
Kepala Program Beasiswa Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia, Ikhsan Davit Wijaya mengatakan, jalur beasiswa sekolah profesi bagi peserta asal NTB menetapkan kemampuan bahasa Jepang minimal level N3.
“Kerja sama beasiswa sekolah profesi untuk NTB ini mematok standar kualifikasi bahasa Jepang level N3, dengan nilai kuota beasiswa mencapai sekitar Rp900 juta per peserta,” ujar Ikhsan.
Dalam keterangan yang disampaikan Disnakertrans NTB, belum dirinci komponen yang tercakup dalam nilai Rp900 juta tersebut. Belum dijelaskan pula apakah nilainya merupakan akumulasi biaya pendidikan, pelatihan bahasa, tempat tinggal, transportasi, asuransi, dan biaya hidup selama peserta berada di Jepang.
Ikhsan mengatakan lembaga pelaksana yang sebelumnya bernama Yayasan Kurma Azwa Farm telah bertransformasi menjadi Yayasan Serbaindo. Menurutnya, tata kelola program tersebut berada di bawah Kemendes PDT.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui akun masing-masing peserta dengan menggunakan kode rujukan mitra dari Pemprov NTB. Program ini menetapkan batas usia calon peserta maksimal 26 tahun.
Pemberangkatan direncanakan berlangsung secara berkala setiap April dan Oktober. Peserta yang telah mencapai kemampuan bahasa Jepang level N3 hingga Februari dapat diproses melalui jalur beasiswa.
“Sistem pendaftaran berbasis akun mandiri dengan batasan usia maksimal 26 tahun dan jadwal pemberangkatan rutin setiap April dan Oktober,” katanya.
Peserta yang belum mencapai level N3 juga disebut memiliki kesempatan mengikuti pendalaman bahasa di Jepang sebelum masuk ke sekolah profesi. Mekanisme serta pembiayaan untuk tahapan tersebut masih akan disesuaikan dengan skema program.
Program yang disiapkan bagi 2.140 pemuda NTB mencakup tiga jalur berbeda, yakni magang, bekerja, dan beasiswa. Karena itu, tidak seluruh calon peserta otomatis masuk jalur beasiswa atau langsung diberangkatkan.
Sebelumnya, Kemendes PDT telah mengukuhkan 200 peserta angkatan pertama Program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia dari 15 provinsi pada Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, kementerian juga mengumumkan kuota awal sebanyak 500 beasiswa pendidikan tinggi bagi anak-anak desa.
Pemprov NTB selanjutnya akan mematangkan seleksi, pelatihan bahasa, pemenuhan kompetensi, dan mekanisme penempatan. Konsolidasi dengan Kemendes PDT juga dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai regulasi dan peserta memperoleh kepastian pendidikan maupun pekerjaan selama berada di Jepang. (red.)






