kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi meluncurkan lima proyek perubahan (Proper) peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan ke-13. Lima inovasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi dan integrasi data.
Lima Proper yang diluncurkan yakni SINTESA-KLU dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), AKSI BUMDes Lombok Utara dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD), serta GILI TRAMENA BERSERI dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Selain itu, terdapat inovasi MELBAO dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta SIAP UMKM KLU dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lombok Utara.
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri mengatakan, kelima Proper tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap peluncuran, tetapi benar-benar dapat diterapkan dan memberikan kemudahan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kita me-launching lima Proper peserta PKN II Angkatan ke-13 dari Lombok Utara. Mudah-mudahan Proper yang diluncurkan hari ini bisa aplikatif, karena basisnya sudah jelas, yaitu basis data, kemudian memberikan kemudahan,” kata Kusmalahadi, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, penerapan sistem berbasis data menjadi bagian dari upaya pemerintah meninggalkan pola kerja lama yang masih mengandalkan data secara terpisah. Ke depan, data dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan dapat terintegrasi dalam satu sistem.
“Urusan-urusan cara lama sedikit demi sedikit bisa kita tinggalkan, karena memang data dari semua OPD bisa terintegrasi di dalam satu data. Nanti insyaallah kita kumpulkan di Satu Data KLU, sehingga masyarakat juga bisa mengakses,” ujarnya.
Kusmalahadi menilai integrasi data menjadi salah satu pembeda utama dari kelima inovasi tersebut. Sebab, berbagai data yang selama ini sebenarnya telah tersedia masih berada di sejumlah tempat dan belum terintegrasi secara optimal.
“Data-data itu sebenarnya sudah ada, cuma posisinya mungkin mencar-mencar. Dengan adanya sistem itu, dia terintegrasi jadi satu. Kita mau melihat apa, itu ada di satu aplikasi sekarang,” jelasnya.
Salah satu inovasi yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi pemangku kebijakan adalah Proper dari BKAD. Sistem tersebut memungkinkan pemerintah melihat berbagai informasi terkait kondisi keuangan daerah dalam satu platform.
“Yang khusus dari BKAD tadi memberikan kemudahan banyak buat kami, terutama pemangku kebijakan melihat kondisi serapan anggaran, penerimaan daerah, pengeluaran daerah, lengkap ada di situ. Insyaallah ini memberikan kemudahan jauh lebih mudah dari sebelumnya,” katanya.
Kusmalahadi juga berharap seluruh pemangku kepentingan di Lombok Utara memberikan dukungan agar kelima inovasi tersebut dapat berjalan secara optimal. Pemerintah daerah, kata dia, selanjutnya akan melihat sejauh mana aplikasi yang telah diluncurkan tersebut mampu diterapkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Dia menegaskan, seluruh Proper tersebut telah siap digunakan setelah resmi diluncurkan.
“Sudah, sudah. Begitu di-launching sudah clear. Tinggal dipakai,” tegasnya.
Kusmalahadi berharap lahirnya lima Proper tersebut juga mendorong aparatur lainnya untuk terus menghadirkan inovasi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di Lombok Utara. (gii/*)






