kicknews.today — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan konektivitas transportasi merupakan urat nadi pembangunan daerah. Keterhubungan antarpulau, desa dan kota, pusat produksi dengan pasar, serta masyarakat dengan pelayanan dasar harus terus diperkuat agar transportasi tidak sekadar memindahkan orang dan barang, tetapi membuka akses, menggerakkan ekonomi, dan memperluas kesempatan bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur sebagai Pembina Upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026 di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Kamis (17/9/2026).

Dalam amanatnya, Gubernur mengatakan transportasi memiliki peran yang jauh lebih luas daripada pembangunan infrastruktur. Transportasi mempertemukan keluarga, membuka akses pendidikan dan kesehatan, memperlancar distribusi pangan, mendukung kegiatan usaha, hingga menghubungkan wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
“Transportasi tidak bisa dipandang hanya urusan infrastruktur negara. Transportasi mempertemukan keluarga, sekolah, rumah sakit, membuka lapangan kerja, membawa bahan pangan, membangun industri sampai ke daerah tertinggal,” ujar Gubernur.
Menurutnya, penguatan konektivitas harus berjalan bersama peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan. Integrasi antarmoda, layanan transportasi keperintisan, angkutan massal, serta pemanfaatan teknologi digital perlu dikembangkan untuk membuat mobilitas masyarakat semakin aman, nyaman, efisien, dan terjangkau.
Keselamatan menjadi perhatian khusus Gubernur menyusul sejumlah musibah transportasi yang terjadi belakangan. Ia meminta seluruh insan perhubungan terus membangun budaya keselamatan, termasuk memastikan sistem transportasi tetap mampu mendukung distribusi logistik dalam situasi bencana.
“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat dan keselamatan yang dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Gubernur juga memberikan penghargaan kepada insan perhubungan yang selama ini menjaga layanan transportasi di darat, laut, dan udara. Apresiasi khusus diberikan kepada sejumlah perusahaan layanan transportasi di NTB yang turut berpartisipasi dalam penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar mengatakan penguatan konektivitas terus dilakukan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperluas manfaat pembangunan. Akses transportasi menuju kawasan strategis pariwisata nasional terus diperkuat agar pertumbuhan sektor pariwisata terhubung dengan masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal.
Di sektor laut, NTB saat ini memiliki delapan lintasan penyeberangan dengan 93 layanan kapal. Jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam pergerakan masyarakat dan distribusi barang antarpulau.
Pelayanan transportasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat juga diperkuat melalui 922 layanan ambulans gratis. Sementara dari sisi keberlanjutan, transformasi pelabuhan didorong melalui pencanangan Green Port, antara lain di Pelabuhan Kayangan dan Bangsal.
Di sektor udara, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada 2025 melayani sekitar 2,49 juta penumpang, meningkat sekitar lima persen dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini tersedia 12 rute domestik dan tiga rute internasional aktif yang dilayani delapan maskapai.
Konektivitas udara menuju Kuala Lumpur dan Singapura menjadi bagian dari upaya membuka pintu NTB lebih luas ke jaringan internasional. Setiap rute tidak hanya berarti tambahan perjalanan, tetapi juga membuka peluang bagi wisatawan untuk datang, investasi untuk masuk, serta produk dan pelaku usaha NTB untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Meski demikian, Ervan mengatakan masih terdapat pekerjaan yang perlu diperkuat, terutama konektivitas Lombok–Sumbawa, kualitas layanan penyeberangan, keselamatan lalu lintas, dan integrasi antarmoda.
Penguatan tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, operator transportasi, pengelola pelabuhan dan bandara, dunia usaha, serta masyarakat. Sebab, keberhasilan sistem perhubungan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas pelayanan dan keselamatan yang dirasakan pengguna.
Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan konektivitas harus bermuara pada manfaat yang nyata. Jalan, kapal, pelabuhan, bandara, dan berbagai jaringan transportasi pada akhirnya bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan pelayanan, pelaku usaha dengan pasar, wilayah dengan pusat pertumbuhan, dan NTB dengan dunia.
Karena itu, memperkuat konektivitas berarti memperkuat akses dan kesempatan. Transportasi yang terhubung, aman, dan melayani pada akhirnya menjadi bagian penting dari upaya menggerakkan ekonomi, memperluas pemerataan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB.(wii*)






