kicknews.today – Sistem penyediaan air bersih di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), kembali dihidupkan pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Pengaktifan kembali layanan tersebut membuat 10 hotel yang terancam menghentikan operasional dapat kembali melayani wisatawan.
Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan mengatakan, sistem air kembali dioperasikan oleh PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) selaku mitra Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung atau PDAM Lombok Utara.

Menurut Kusnawan, pengaktifan kembali dilakukan setelah Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. turun langsung ke Gili Trawangan dan berkomunikasi dengan pihak PT TCN.
“Alhamdulillah, hari ini sekitar pukul 05.00 Wita, Pak Kapolda langsung menerima konfirmasi. Beliau turun langsung ke Gili Trawangan dan berkomunikasi dengan mitra PDAM, yaitu PT TCN. Air sudah dihidupkan kembali,” kata Kusnawan.
Meski sistem telah diaktifkan, pasokan air belum langsung menjangkau seluruh wilayah Gili Trawangan. Proses produksi air membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam sebelum hasilnya dapat disalurkan secara bertahap kepada pelanggan.
Air bersih tersebut diproduksi menggunakan teknologi seawater reverse osmosis atau SWRO yang mengolah air laut menjadi air tawar. Karena itu, sistem harus melalui proses produksi sebelum air dapat masuk ke jaringan distribusi.
“Menunggu produksi dua sampai tiga jam baru bisa mengalir. Itu pun saya yakin bertahap, tetapi ini sudah menjadi kabar baik,” ujarnya.
Kembali beroperasinya sistem air menjadi angin segar bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata setelah pasokan terhenti selama beberapa hari. Krisis tersebut sebelumnya membuat hotel dan restoran kesulitan memenuhi kebutuhan dasar tamu.
Kusnawan menyebut sedikitnya tiga hotel sempat tidak dapat beroperasi akibat ketiadaan pasokan air. Sejumlah penginapan lainnya juga menghentikan penerimaan reservasi baru dan bersiap menutup operasional apabila krisis berlanjut.
Jika air belum kembali hingga Sabtu (12/9/2026), jumlah hotel yang terancam menghentikan operasional diperkirakan mencapai 10 tempat.
“Alhamdulillah air ini sudah on, jadi 10 hotel yang seharusnya tutup bisa beroperasi kembali,” ungkapnya.
Selain menjabat Ketua GHA, Kusnawan merupakan Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD NTB dan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPC Lombok Utara.
Kendati sistem telah kembali dihidupkan, dia berharap pengaliran air tidak hanya menjadi penyelesaian sementara. Persoalan perizinan dan keberlanjutan operasional harus segera dituntaskan agar krisis serupa tidak kembali terjadi.
“Kita berharap dan berdoa semoga kejadian ini tidak terulang lagi serta pengaliran air ini menjadi permanen,” katanya.
Baca Juga: Diskresi enam bulan bukan jawaban permanen untuk krisis air Gili Trawangan
Menurut Lalu Kusnawan, kepastian pasokan air sangat penting karena menyangkut kebutuhan masyarakat sekaligus keberlangsungan industri pariwisata di Gili Trawangan.
Dia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Pemprov NTB dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, khususnya Kapolda NTB yang turun langsung menangani persoalan tersebut.
“Pak Kapolda meminta agar air segera dinyalakan karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Beliau juga berjanji tetap mengawal masalah perizinan ini,” ujarnya.
Apresiasi turut disampaikan kepada Kementerian Pariwisata dan media yang terus memberitakan krisis air hingga persoalan tersebut mendapat perhatian lebih luas.
Lalu Kusnawan berharap pengaktifan kembali sistem air menjadi momentum untuk menyelesaikan persoalan pasokan secara permanen sekaligus membenahi berbagai tantangan lain yang dihadapi Gili Trawangan sebagai salah satu destinasi utama NTB. (gii/red.)






