kicknews.today – Sebanyak 27 gunung api di Indonesia berada pada tingkat aktivitas di atas Normal, Senin (7/9/2026). Jumlah tersebut terdiri atas lima gunung berstatus Level III atau Siaga dan 22 gunung berstatus Level II atau Waspada.
Berdasarkan data MAGMA Indonesia milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sebanyak 69 gunung api dipantau tingkat aktivitasnya. Selain 27 gunung tersebut, sebanyak 42 gunung masih berstatus Level I atau Normal.

Tidak ada gunung api di Indonesia yang berada pada Level IV atau Awas dalam pembaruan tersebut.
Lima gunung berstatus Siaga adalah Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.
Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu yang mendapat perhatian setelah mengalami erupsi menerus sejak Jumat malam (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Episode erupsi menerus itu berakhir pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB setelah berlangsung sekitar 25 jam.
Meski erupsi menerus telah berakhir, pengamatan visual dan kamera pengawas selama 6–7 September 2026 masih memperlihatkan terjadinya erupsi strombolian. Tingkat aktivitas Anak Krakatau tetap ditetapkan pada Level III atau Siaga.
“Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan serta pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau,” demikian rekomendasi Badan Geologi dalam laporan evaluasi tanggal 7 September 2026.
Badan Geologi juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, lava, lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.
Sementara itu, sebanyak 22 gunung berada pada Level II atau Waspada. Tiga di antaranya berada di Nusa Tenggara Barat, yakni Gunung Rinjani di Pulau Lombok serta Gunung Tambora dan Gunung Sangeangapi di Pulau Sumbawa.
Status Waspada menunjukkan aktivitas vulkanik telah meningkat berdasarkan hasil pengamatan visual maupun instrumental dibandingkan kondisi Normal. Namun, status itu tidak berarti seluruh gunung sedang mengalami erupsi.
Jumlah 27 gunung api yang beraktivitas di atas Normal merupakan gabungan gunung berstatus Waspada dan Siaga, bukan jumlah gunung yang meletus secara bersamaan.
Setiap gunung memiliki karakter, potensi bahaya dan rekomendasi jarak aman yang berbeda. Masyarakat maupun wisatawan perlu mengikuti pembatasan yang ditetapkan PVMBG untuk masing-masing gunung.
PVMBG memantau aktivitas gunung api melalui jaringan pos pengamatan, pencatatan kegempaan, deformasi, emisi gas dan pengamatan visual. Tingkat aktivitas dapat dinaikkan atau diturunkan mengikuti perkembangan hasil pemantauan.
Informasi mengenai status dan rekomendasi keselamatan gunung api dapat diakses melalui MAGMA Indonesia serta kanal resmi Badan Geologi dan PVMBG. (red.)






