Status Gunung Rinjani waspada, tapi pendakian masih dibuka

Tampak Gunung Rinjani. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian, termasuk erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian terhadap Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat yang berada dalam kawasan cincin api atau Ring of Fire.

Namun, masyarakat maupun wisatawan diminta tidak panik. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Rinjani saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.

Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Budi Soesmardi, mengatakan aktivitas pendakian Gunung Rinjani untuk sementara masih diberlakukan secara terbatas sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Untuk saat ini pendakian di Gunung Rinjani masih menggunakan sistem pembukaan secara terbatas,” kata Budi, Senin (7/9/2026).

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor 4 Tahun 2026 tertanggal 31 Agustus 2026 serta Pengumuman Kepala Balai TNGR tertanggal 1 September 2026 terkait antisipasi kebakaran hutan di kawasan TNGR.

Meski pendakian masih diperbolehkan secara terbatas, PVMBG memberikan sejumlah rekomendasi menyusul kondisi aktivitas vulkanik Gunung Rinjani. Masyarakat di sekitar Rinjani, pendaki, pengunjung dan wisatawan dilarang beraktivitas maupun berkemah di tubuh Gunung Barujari, termasuk kawasan lava baru, serta seluruh area dalam radius 1,5 kilometer dari kawah Gunung Barujari.

Pendakian di luar kawasan tersebut masih diperbolehkan. Namun, material lava hasil aktivitas vulkanik masih memiliki temperatur tinggi dan kondisinya belum stabil sehingga berpotensi menyebabkan rockfall atau longsoran batu.

PVMBG juga mengingatkan bahwa potensi terjadinya letusan Gunung Rinjani masih ada meskipun waktunya tidak dapat dipastikan. Karena itu, pendaki dan wisatawan yang beraktivitas di luar radius 1,5 kilometer dari kawah Barujari diminta tetap menyiapkan masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik apabila terjadi letusan.

Budi mengatakan, masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi mengenai erupsi Gunung Rinjani yang tidak memiliki sumber resmi.

“Yang terpenting masyarakat tetap tenang, tetapi tetap waspada. Ikuti informasi dari instansi yang berwenang dan jangan terpancing isu-isu mengenai erupsi yang sumbernya tidak jelas,” ujarnya.

Terkait adanya beberapa gunung api yang mengalami erupsi dalam periode yang berdekatan, Budi mengingatkan masyarakat agar menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama.

Menurutnya, apabila aktivitas vulkanik Gunung Rinjani menunjukkan peningkatan dan status gunung dinaikkan, maka kebijakan terhadap aktivitas pendakian akan menyesuaikan rekomendasi PVMBG.

“Silakan mengikuti arahan dari BNPB, BPBD dan PVMBG selaku instansi yang memiliki kewenangan dalam keadaan darurat. Dari Balai TNGR, kami akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan menyesuaikan radius aman bagi pengunjung,” jelasnya.

Dia menambahkan, apabila status Gunung Rinjani meningkat, tidak menutup kemungkinan aktivitas pendakian akan ditutup sementara hingga terdapat rekomendasi lebih lanjut dari PVMBG.

“Kami mengimbau calon pendaki dan wisatawan untuk selalu mengecek informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan serta mematuhi seluruh batas aman yang telah ditetapkan,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI