Misteri 14 tulang di hutan Lingsar, siapa pemilik APD merah dan dompet yang ditemukan polisi?

Sejumlah tulang yang diduga merupakan kerangka manusia bersama APD pekerja proyek berwarna merah dan sejumlah barang yang ditemukan di kawasan Hutan Lindung Bukit Argapura, Lingsar, Lombok Barat. Temuan tersebut kini dalam penyelidikan polisi untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian. (Foto: Istimewa)
Sejumlah tulang yang diduga merupakan kerangka manusia bersama APD pekerja proyek berwarna merah dan sejumlah barang yang ditemukan di kawasan Hutan Lindung Bukit Argapura, Lingsar, Lombok Barat. Temuan tersebut kini dalam penyelidikan polisi untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian. (Foto: Istimewa)

kicknews.today – Penemuan sejumlah tulang yang diduga merupakan kerangka manusia di kawasan Hutan Lindung Bukit Argapura, Dusun Batu Rimba, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, masih menyisakan misteri.

Polisi mengevakuasi 14 bagian tulang dari lokasi tersebut bersama sejumlah barang yang diduga dapat menjadi petunjuk, di antaranya pakaian alat pelindung diri atau APD pekerja proyek berwarna merah serta sebuah dompet.

Temuan itu pertama kali diketahui tiga warga yang masuk ke kawasan hutan pada Selasa (1/9/2026). Mereka saat itu sedang mencari sumber mata air untuk keperluan religi.

Di tengah pencarian, ketiganya menemukan sejumlah tulang yang diduga merupakan bagian tubuh manusia. Beberapa di antaranya menyerupai bagian tengkorak dan tulang kaki.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa dan diteruskan kepada kepolisian.

Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti mengatakan, polisi bersama tim gabungan kemudian menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyisiran.

Medan menuju titik penemuan cukup sulit. Tim harus berjalan kaki sekitar empat jam untuk mencapai lokasi di tengah kawasan hutan.

Tim gabungan terdiri dari personel Polsek Lingsar, Unit Identifikasi Polresta Mataram, petugas Dinas Kehutanan Provinsi NTB, serta warga lokal yang bertindak sebagai pemandu dan saksi.

Setelah tiba di lokasi, petugas melakukan penyisiran dari titik awal penemuan menuju bagian bawah aliran kali. Sejumlah tulang lain ditemukan, termasuk di sekitar bagian bawah air terjun.

Dari proses tersebut, petugas mengevakuasi 14 bagian tulang yang diduga merupakan kerangka manusia.

Selain tulang, polisi menemukan pakaian APD pekerja proyek berwarna merah di sekitar lokasi.

Petugas juga menemukan sebuah dompet berwarna pink bertuliskan Semar Nusantara yang berisi uang kertas dan uang logam dalam kondisi rusak. Selain itu, ditemukan pula bungkus rokok dan tiga buah korek api.

Seluruh tulang dan barang yang ditemukan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi memperkirakan secara awal tulang tersebut telah berada di lokasi dalam waktu cukup lama. Kematian orang yang diduga berkaitan dengan kerangka itu diperkirakan terjadi lebih dari satu tahun lalu.

Namun, perkiraan tersebut masih bersifat awal dan belum merupakan kesimpulan forensik.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Identitas maupun penyebab kematian belum bisa dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan,” kata Wiwin.

Hingga kini, polisi belum mengetahui identitas pemilik kerangka, jenis kelamin, maupun penyebab kematiannya. Belum dipastikan pula apakah seluruh tulang yang ditemukan berasal dari satu orang.

Keberadaan APD merah dan dompet di sekitar lokasi kini menjadi bagian dari petunjuk yang didalami penyidik. Namun polisi belum menyimpulkan bahwa barang-barang tersebut pasti milik orang yang kerangkanya ditemukan.

Pemeriksaan forensik terhadap tulang serta penelusuran barang-barang dari lokasi diharapkan dapat membantu mengungkap siapa korban dan bagaimana kerangka tersebut bisa berada jauh di dalam kawasan Hutan Lindung Bukit Argapura. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI