Ponsel berbahasa Polandia ditemukan dekat jenazah di Pemenang, siapa korban sebenarnya?

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta. (Foto. kicknews.today/Anggi)
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Identitas jenazah laki-laki yang ditemukan di kawasan perbukitan Dusun Terengan Daya, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, masih menjadi misteri. Sebuah ponsel berbahasa Polandia yang ditemukan di sekitar lokasi kini menjadi salah satu petunjuk polisi untuk mengungkap siapa korban sebenarnya.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta mengatakan, temuan tersebut mengarah pada dugaan bahwa korban kemungkinan merupakan warga negara Polandia. Namun, identitas dan kewarganegaraan korban belum dapat dipastikan karena polisi masih menunggu konfirmasi dari keluarga serta perwakilan diplomatik Polandia.

“Indikasinya dari Polandia. Sudah kita sampaikan ke konsulat dan kedubesnya. Belum ada juga konfirmasi dari keluarganya,” kata Agus, Rabu (2/9/2026).

Menurut Agus, polisi menemukan sebuah telepon seluler di sekitar tempat kejadian perkara. Pemeriksaan tim teknologi informasi menunjukkan perangkat tersebut menggunakan bahasa Polandia.

“Identitas pastinya belum ada. Kita mengindikasikan Polandia karena saat ditemukan di TKP ada handphone. Menurut pemeriksaan dari IT, bahasanya bahasa Polandia,” jelasnya.

Meski demikian, penggunaan bahasa Polandia pada ponsel tersebut belum cukup untuk memastikan perangkat itu milik korban maupun membuktikan kewarganegaraannya. Polisi masih menelusuri informasi pendukung dan menunggu tanggapan dari konsulat serta Kedutaan Besar Polandia.

Jenazah tersebut ditemukan warga pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 07.00 WITA. Penemuan bermula ketika seorang warga yang hendak memeriksa sumber air di kebunnya mencium bau menyengat dari kawasan perbukitan.

Setelah menelusuri sumber bau, warga menemukan jenazah dan melaporkannya kepada pihak berwajib. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah dari lokasi yang memiliki medan perbukitan.

Kondisi jenazah saat ditemukan telah mengalami pembusukan sehingga wajah dan ciri fisiknya sulit dikenali. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala polisi dalam proses identifikasi.

Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban serta tali yang masih terikat pada bagian leher. Namun, polisi belum menyimpulkan apakah temuan tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian.

Agus mengatakan penyebab kematian korban hingga kini juga belum diketahui.

“Belum,” katanya saat ditanya mengenai penyebab kematian korban.

Jenazah saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Sebelumnya, jenazah sempat dibawa ke RSUD Provinsi NTB karena fasilitas di Rumah Sakit Bhayangkara sedang menjalani renovasi.

Polisi juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial mengenai penanganan selanjutnya, termasuk kemungkinan pemakaman apabila identitas korban tidak berhasil diketahui dalam batas waktu yang ditentukan.

“Kita pastikan prosedur penanganan terhadap jenazah tanpa identitas telah dilakukan. Kami juga masih menunggu kemungkinan adanya informasi dari pihak keluarga, konsulat, maupun Kedutaan Besar Polandia yang dapat menjadi titik terang dalam mengungkap identitas korban,” tutup Agus. (gii/red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI