Rp10 miliar digelontorkan untuk hotmix jalan di lima kecamatan Lombok Utara

Kepala Dinas PUPR KLU, Bambang Gunawan. (Foto. kicknews.today/Anggi)
Kepala Dinas PUPR KLU, Bambang Gunawan. (Foto. kicknews.today/Anggi)

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk membangun jalan hotmix yang tersebar di seluruh lima kecamatan. Pekerjaan telah dimulai dengan realisasi mencapai 9,1 persen hingga 31 Agustus 2026.

Kepala Dinas PUPR-PKP Lombok Utara, Bambang Gunawan mengatakan, pembangunan jalan tersebut ditujukan untuk mendorong pemerataan infrastruktur dari Kecamatan Pemenang hingga Bayan.

“Pemerintah daerah ingin pembangunan itu merata di semua kecamatan,” kata Bambang, Rabu (2/9/2026).

Lokasi pembangunan meliputi Jeruk Manis di Kecamatan Pemenang, Lelong Barat di Kecamatan Tanjung, Baru Murmas di Kecamatan Gangga dan Gumantar di Kecamatan Kayangan. Pekerjaan juga menyasar dua titik di Desa Gunjang Asri, Kecamatan Bayan.

Bambang menjelaskan, panjang dan kondisi medan pada setiap ruas berbeda. Jalan di Jeruk Manis memiliki panjang sekitar 267 meter, sedangkan ruas Lelong Barat mencapai sekitar 1,4 hingga 1,5 kilometer.

Ruas Baru Murmas memiliki panjang sekitar 800 meter, Gumantar 1,2 kilometer, dan pekerjaan di wilayah Bayan sekitar satu kilometer.

Meski baru dimulai, realisasi pekerjaan hingga 31 Agustus telah mencapai 9,1 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rencana pekerjaan pada periode yang sama sebesar 0,59 persen.

“Deviasinya 8,51 persen positif. Realisasinya 9,1 persen, sementara rencananya sekitar 0,59 persen karena memang baru berjalan,” jelas Bambang.

Pengerjaan ruas Jeruk Manis dan Lelong Barat mulai mendekati tahap pemasangan lapisan pondasi atas. Sementara di Baru Murmas, kontraktor telah memasang talud untuk menahan tanah.

Alat berat juga mulai dipindahkan menuju Kecamatan Kayangan dan Bayan untuk melanjutkan pekerjaan di dua wilayah tersebut.

Karena pembangunan tersebar di lima kecamatan dengan karakter medan berbeda, Dinas PUPR-PKP meminta penyedia jasa menerapkan metode kerja yang efektif. Pekerjaan di setiap lokasi diharapkan dapat berlangsung secara bersamaan tanpa melampaui jadwal yang ditentukan.

“Kita harus melakukan metode yang bagus supaya tidak ada keterlambatan,” katanya. (gii/red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI