Belum ada solusi permanen, pasokan air Gili Meno dan Trawangan ditopang BTT

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar (Foto: kicknews.today/Anggi)
Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar (Foto: kicknews.today/Anggi)
kicknews.today – Persoalan layanan air bersih di Gili Meno dan Gili Trawangan belum menemukan penyelesaian permanen. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara kini menyiapkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menjaga pasokan air kepada masyarakat di dua pulau wisata tersebut.Kebijakan itu diputuskan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lombok Utara. Pemerintah daerah juga memperpanjang diskresi pengelolaan layanan air sekitar tiga bulan sambil menunggu keputusan pemerintah pusat.Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar mengatakan, layanan air tidak boleh berhenti karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi yang mendesak membuat penggunaan BTT dinilai memungkinkan.“Makanya kita mencari cara, salah satunya dengan menggunakan dana tidak terduga,” kata Najmul, Rabu (2/9/2026).Menurutnya, penggunaan BTT telah mendapat persetujuan seluruh unsur Forkopimda. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung penyediaan air selama pemerintah daerah mencari skema pengelolaan jangka panjang.Pemkab Lombok Utara juga memperpanjang diskresi pengelolaan layanan air di kawasan Gili sekitar tiga bulan. Kebijakan sementara itu diambil agar pasokan air tetap berjalan selama menunggu arahan pemerintah pusat.Najmul menjelaskan, penyelesaian persoalan air di Gili Meno dan Gili Trawangan tidak sederhana karena kedua pulau tersebut berada dalam kawasan konservasi. Model pengelolaannya harus menyesuaikan ketentuan dan izin dari pemerintah pusat.“Ini kita sedang minta izin ke pusat terkait B2B maupun swakelola, BUMD atau Pemda. Yang jelas kita nanti mengikuti arahannya pemerintah pusat. Seperti apa kita diarahkan, kita lakukan,” ujarnya.Sejumlah pilihan masih dipertimbangkan, mulai dari kerja sama antarbadan usaha atau business to business (B2B), swakelola, pengelolaan melalui badan usaha milik daerah hingga penanganan langsung oleh pemerintah daerah.Dari beberapa pilihan tersebut, skema B2B dinilai berpeluang menjadi solusi jangka panjang. Namun, Pemkab Lombok Utara belum dapat menetapkannya sebelum memperoleh kepastian dari pemerintah pusat.“Kalau kemungkinan, ya B2B. Tetapi kita masih menunggu keputusan dari pusat. Insyaallah beberapa bulan lagi keputusan dari pusat ada, sehingga kita bisa bergerak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Najmul.Selama keputusan tersebut belum turun, pemerintah daerah memastikan suplai air kepada masyarakat Gili Meno dan Gili Trawangan tetap dilakukan.Najmul meminta masyarakat bersabar menghadapi kondisi tersebut. Ia memastikan pemerintah daerah tidak menghentikan layanan selama proses penyelesaian model pengelolaan air berlangsung.“Pesan kita kepada masyarakat yang ada di Gili, tentu bersabar dengan kondisi ini. Tetapi kami melakukan langkah penyelamatan dengan cara menyuplai air ke sana. Suplai air ini akan tetap kita lakukan,” tutupnya. (gii/red.)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI