kicknews.today — Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (21/9/2026) dini hari. Gempa terjadi pada pukul 01.51.33 WITA dengan magnitudo pemutakhiran M4,6 dan kedalaman 30 kilometer.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 9,44° Lintang Selatan dan 115,80° Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 91 kilometer barat daya Lombok Barat, NTB.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, S.T., MM menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pergerakan naik yang dikombinasikan dengan pergerakan mendatar atau oblique thrust fault,” jelasnya.
Berdasarkan laporan masyarakat dan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan skala intensitas II MMI di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kota Mataram.
Pada skala II MMI, getaran dirasakan secara nyata di dalam rumah. Sensasi yang dirasakan disebut menyerupai getaran akibat truk yang sedang melintas.
Hingga Senin pukul 04.00 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa bumi dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa bumi. (jr)






