Marbot, guru ngaji dan RT di Lombok Timur dapat BPJS Ketenagakerjaan

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Dok. Foto. Pemda Lombok Timur

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur secara bertahap memperluas jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan, mulai dari marbot, guru ngaji, ketua RT, hingga kepala lingkungan. Hal itu ditegaskan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menghadiri Penandatanganan Surat Keputusan Penerima Bantuan Iuran kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi Guru Ngaji, Marbot, Ketua RT dan Kepala Lingkungan melalui dana zakat Tahun Anggaran 2026 pada Jumat (14/8/2026).

 

Ia juga menegaskan bahwa program yang kini telah menjangkau 14 kecamatan tersebut ditargetkan segera menyasar 21 kecamatan di wilayah Lombok Timur. Langkah ini diambil mengingat peran para Guru Ngaji hingga kepla lingkungan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

 

“Mungkin kalo kita menghitung di NTB jumlah marbot yang paling banyak pasti Lotim. Nah inilah yang menjadi perhatian pemerintah, marbot adalah petugas yang melayani masyarakat. Kemudian guru ngaji adalah petugas juga yang membantu pemerintah dalam hal menjaga dan memberikan ilmu pengetahuan kepada generasi anak didik, jadi tugasnya sangat berat dan mulia,” ungkapnya.

 

Peran serupa juga diemban oleh ketua RT dan kepala lingkungan yang memiliki tanggung jawab resmi dari pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat. Kendati tugas mereka sangat vital dan sarat risiko, para petugas lapangan ini sebagian besar belum mengantongi jaminan sosial yang memadai.

 

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa terbatasnya insentif dan ketiadaan dana pensiun bagi marbot, guru ngaji, ketua RT, hingga kepala lingkungan menjadi alasan utama hadirnya program perlindungan ini. Jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut difungsikan sebagai santunan duka yang diserahkan kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia.

 

“Kalo misalnya sekarang marbot, berapa sih gaji marbot, upah yang diambil oleh marbot itu. Ketika dia meninggal dunia itu ndak ada gaji pensiunnya, makanya itulah ini jadi gaji pensiunnya,” katanya.

 

Menutup sambutannya, Bupati mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk proaktif mengikuti pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang sedang berlangsung di tingkat desa atau kelurahan. Pendataan ini menjadi basis data utama agar bantuan dan program perlindungan pemerintah tepat sasaran.

 

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Kamli melaporkan bahwa Baznas berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menyukseskan percepatan penanganan kemiskinan ekstrem berdasarkan data desil 1 dan desil 5.

 

Pada tahap awal ini, sebanyak 1.087 orang telah terdaftar sebagai penerima manfaat jaminan perlindungan sosial. Jumlah tersebut terdiri dari 664 guru ngaji, 124 marbot, serta puluhan ketua RT dan kepala lingkungan.

 

Penyaluran tahap pertama ini mencakup 14 kecamatan, yaitu: Aikmel, Sakra Barat, Keruak, Masbagik, Pringgabaya, Sakra Timur, Sikur, Sukamulia, Suela, Terara, Selong, dan Labuhan Haji. Sementara itu, 7 kecamatan sisanya masih dalam proses validasi data. Pihaknya menargetkan seluruh 21 kecamatan di Lombok Timur dapat terjangkau program perlindungan sosial bagi para abdi masyarakat ini.

 

Selain itu, Ketua Baznas juga melaporkan bahwa Baznas Lombok Timur telah menyalurkan perlindungan jaminan sosial kepada 1.200 guru madrasah honorer murni dengan masa kerja antara 10 hingga 35 tahun.

 

 

“Mudah-mudahan apa yang telah kami lakukan dan upayakan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi saudara-saudara kita yang telah mengabdikan dirinya untuk masyarakat Lombok Timur,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan  penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis oleh Bupati dengan didampingi Ketua Baznas dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur. (cit)

 

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI