Trauma, komite dan orang tua siswa SDN Beber tolak MBG secara permanen

SDN Beber Lombok Tengah
SDN Beber Lombok Tengah

kicknews.today – Komite sekolah bersama orang tua siswa SDN Beber, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, sepakat menolak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara permanen. Sikap tersebut diambil setelah sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG pada Jumat (11/9/2026).

Ketua Komite SDN Beber, Surya Darmawan mengatakan, kesepakatan tersebut diambil dalam pertemuan wali murid pada Sabtu (12/9/2026), sehari setelah kejadian. Pertemuan itu juga dihadiri para kepala dusun di sekitar sekolah dan kepala desa.

“Setelah kejadian, pada hari Sabtu secara spontan wali murid berkumpul di SDN Beber dan kami selaku komite berinisiatif melakukan permufakatan untuk mengambil sikap sebagai tindak lanjut dari kejadian kemarin,” kata Surya, dikutip detik Senin (14/9/2026).

Menurut Surya, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk tidak lagi menerima makanan dari program MBG di SDN Beber.

“Dalam pembahasan, kami bersepakat menolak pemberian MBG secara permanen dan seterusnya,” ujarnya.

Keputusan tersebut, kata dia, dilatarbelakangi trauma yang dirasakan siswa dan orang tua setelah kejadian dugaan keracunan. Para wali murid khawatir peristiwa serupa kembali terjadi apabila distribusi MBG dilanjutkan.

“Anak-anak dan orang tua murid mengalami trauma. Kekhawatiran mereka sangat wajar karena tidak ada yang bisa menjamin kejadian seperti itu tidak akan terulang,” tegas Surya.

Para orang tua juga menolak pilihan memindahkan penyedia makanan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lain. Mereka tetap tidak bersedia menerima MBG, baik dari dapur berbeda maupun dengan menu yang diganti.

“Artinya, tidak ada lagi MBG di SDN Beber. Itu sudah menjadi kesepakatan,” katanya.

Namun, Surya mengakui keputusan tersebut merupakan kesepakatan komite dan wali murid serta belum melibatkan pihak sekolah.

“Ini tidak melibatkan pihak sekolah. Sikap ini murni merupakan kemauan wali murid,” ujarnya.

SDN Beber menjadi salah satu sekolah yang terdampak dalam kasus gangguan kesehatan setelah siswa menyantap menu MBG yang didistribusikan SPPG Batukliang Mekar Bersatu. Selain SDN Beber, makanan dari dapur tersebut juga disalurkan kepada sejumlah sekolah lain di wilayah Batukliang dan Pringgarata.

Data awal pemerintah mencatat 352 siswa mendapatkan pelayanan kesehatan di sejumlah puskesmas setelah mengeluhkan mual, muntah, pusing, sakit perut, dan lemas. Para siswa telah mendapatkan penanganan medis dan sebagian besar diperbolehkan pulang.

Menu yang disantap sebelum para siswa mengalami gangguan kesehatan berupa kebab ayam yang terdiri atas tortila, ayam, stik tempe, selada, timun, tomat, serta buah salak.

Penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan. Kepolisian juga telah meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyelidikan dan memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan pengolahan serta distribusi makanan.

Operasional SPPG Batukliang Mekar Bersatu telah dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan evaluasi menyeluruh. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI