kicknews.today – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan fisik telah melampaui 70 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus mendatang.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) KLU, Fathurrahman mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai tahapan. Bahkan, pemerintah pusat memberikan tambahan waktu penyelesaian pembangunan hingga Agustus.

“Alhamdulillah progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Utara sudah di atas 70 persen. Informasinya juga ada penambahan waktu hingga Agustus untuk penyelesaian pembangunan di Lombok Utara,” ujarnya, Jumat (03/07/2026).
Di sisi lain, proses penetapan calon peserta didik juga telah rampung. Sebanyak 270 calon siswa dari Kabupaten Lombok Utara telah ditetapkan dan selanjutnya akan diproses melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.
Fathurrahman menjelaskan kuota tersebut terbagi untuk tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang mendapatkan tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 30 siswa per rombel, sehingga setiap jenjang menampung 90 siswa.
Namun, proses perekrutan siswa jenjang Sekolah Dasar masih menghadapi kendala. Menurutnya, sebagian orang tua belum bersedia melepas anak mereka untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem asrama atau boarding school.
“Yang menjadi tantangan terbesar saat ini adalah penerimaan siswa SD. Banyak orang tua yang belum siap melepas anaknya karena sistem Sekolah Rakyat menggunakan asrama. Jika masuk sejak SD, mereka akan menjalani pendidikan hingga sekitar 12 tahun di lingkungan Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Meski demikian, dia optimistis minat masyarakat akan meningkat seiring berjalannya program. Berdasarkan pengalaman daerah lain yang lebih dahulu memiliki Sekolah Rakyat, antusiasme masyarakat justru semakin tinggi setelah melihat manfaat yang dirasakan para siswa.
“Di daerah yang sudah memiliki Sekolah Rakyat, masyarakat sekarang justru berlomba-lomba mendaftarkan anaknya. Mereka melihat seluruh kebutuhan siswa difasilitasi pemerintah, mulai dari perlengkapan hingga pembentukan karakter yang menjadi salah satu keunggulan program ini,” katanya.
Sementara itu, kuota siswa untuk jenjang SMP dan SMA di Lombok Utara telah terpenuhi seluruhnya, masing-masing sebanyak 90 siswa.
Selain menampung peserta didik asal Lombok Utara, Sekolah Rakyat di daerah ini juga akan menerima siswa dari sejumlah kabupaten lain di Nusa Tenggara Barat. Total peserta didik yang akan belajar di Sekolah Rakyat Lombok Utara diperkirakan mencapai sekitar 575 orang, yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Sumbawa. Para siswa dari luar daerah tersebut untuk sementara akan mengikuti pembelajaran di Lombok Utara karena di daerah asalnya belum tersedia Sekolah Rakyat permanen.
Untuk mengatasi minimnya pendaftar di jenjang SD, Dinas Sosial bersama para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) terus melakukan pendekatan kepada calon orang tua siswa.
“Mereka melakukan penjangkauan dengan memberikan edukasi dan penyuluhan mengenai keunggulan Sekolah Rakyat, termasuk fasilitas yang disediakan pemerintah. Namun, karena ini merupakan program baru di Lombok Utara, sebagian orang tua, khususnya yang memiliki anak usia SD, masih membutuhkan waktu untuk meyakinkan diri,” ujar Fathurrahman.
Dia berharap seiring dimulainya operasional Sekolah Rakyat dan masyarakat melihat langsung kualitas layanan pendidikan yang diberikan, kepercayaan masyarakat akan terus meningkat sehingga minat menyekolahkan anak di Sekolah Rakyat semakin besar. (gii/*)




