kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berupaya memperluas akses informasi ketenagakerjaan bagi masyarakat. Melalui kegiatan Job Fair yang digelar pada 20–21 Mei 2026 lalu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) KLU mencatat adanya peningkatan partisipasi pencari kerja lokal.
Kepala DPMPTSP-Naker KLU, Evi Winarni mengatakan bahwa meski jumlah pelamar belum sepenuhnya memenuhi kuota lowongan yang tersedia, antusiasme masyarakat Lombok Utara dinilai cukup menggembirakan.

“Dari sekitar 600 lowongan kerja yang tersedia, jumlah pencari kerja yang datang sekitar 430 orang. Memang masih agak kurang, walaupun informasi sudah kami sebar secara maksimal,” ujarnya, Senin (08/06/2026).
Namun demikian, Evi menilai ada perkembangan positif dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya peserta Job Fair didominasi pencari kerja dari luar daerah, tahun ini sekitar 80 persen peserta berasal dari Lombok Utara.
“Ini yang cukup menggembirakan bagi kami. Artinya masyarakat lokal mulai memanfaatkan kesempatan kerja yang tersedia di daerah sendiri,” katanya.
Dalam pelaksanaan Job Fair tersebut, perusahaan bernama Noema menjadi salah satu yang paling banyak diminati pelamar. Menurut Evi, tingginya minat pencari kerja terhadap perusahaan tersebut bahkan membuat pihak dinas turut melakukan pendampingan hingga tahap wawancara kerja.
“Yang paling banyak peminatnya itu Noema. Karena perusahaan ini baru, sehingga antusias masyarakat cukup tinggi sampai kami dampingi proses seleksi wawancaranya,” jelasnya.
Ke depan, DPMPTSP-Naker KLU berencana menghadirkan inovasi baru berupa aplikasi Job Fair digital yang memungkinkan informasi lowongan kerja dapat diakses kapan saja dan di mana saja secara daring.
Menurut Evi, sistem tersebut nantinya akan mempermudah perusahaan dalam mengunggah kebutuhan tenaga kerja sekaligus membantu pemerintah mengumpulkan data ketenagakerjaan secara lebih terintegrasi.
“Kami sedang menyiapkan aplikasi Job Fair. Jadi nantinya setiap saat bisa berlangsung Job Fair secara mandiri melalui platform online. Mudah-mudahan bisa terealisasi pada perubahan anggaran tahun ini,” ujarnya.
Evi berharap, pengembangan sistem digital tersebut dapat memperluas penyebaran informasi kesempatan kerja kepada masyarakat sekaligus menjadi langkah strategis untuk menekan angka pengangguran di Lombok Utara.
“Harapan kami ke depan tidak hanya Job Fair offline, tetapi juga online sehingga informasi lowongan kerja bisa diakses seluruh masyarakat kapan saja dan di mana saja,” tutupnya. (gii/*)




