BPBD Kabupaten Bima catat 8 rumah dan 1 kantor camat rusak akibat gempa M7,7

Oplus_131072

kicknews.today – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita, turut menimbulkan dampak di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Selain menyebabkan kepanikan warga, gempa tersebut juga mengakibatkan sejumlah rumah dan satu fasilitas pemerintah mengalami kerusakan. Warga di wilayah pesisir Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu bahkan melakukan evakuasi mandiri ke dataran tinggi setelah adanya peringatan dini tsunami.

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima hingga pukul 18.00 Wita, gempa tersebut berpusat di laut, tepatnya 30 kilometer di timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer.

BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar naik Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik (thrust fault).

Getaran gempa dirasakan cukup kuat di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. Warga merasakan guncangan seperti ada truk besar yang melintas. Jendela dan pintu rumah berderik, sementara dinding bangunan mengeluarkan suara akibat getaran.

Sedikitnya 300 warga dari Desa Sangia, Desa Poja, Desa Bugis di Kecamatan Sape, serta Desa Lambu di Kecamatan Lambu, dilaporkan melakukan evakuasi mandiri ke daerah yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.

Data sementara BPBD Kabupaten Bima mencatat satu fasilitas pemerintah dan delapan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

“Di Kecamatan Lambitu, bangunan Kantor Camat Lambitu mengalami kerusakan berupa retakan pada tembok aula sepanjang tiga meter,” jelas Kalak BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis.

Sementara di Kecamatan Lambu, dua rumah panggung di Desa Soro mengalami kerusakan. Satu rumah milik M. Saleh mengalami kerusakan berat setelah 12 tiang rumah roboh dengan estimasi kerugian mencapai Rp20 juta. Sementara rumah milik Fujiah mengalami kerusakan sedang dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta.

“Di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, rumah milik Suhardin mengalami kerusakan ringan setelah tembok dapur berukuran 2×2 meter roboh,” katanya.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha. Rumah milik M. Nasir mengalami kerusakan pada bagian dapur yang roboh dengan estimasi kerugian sekitar Rp2 juta.

Di Kecamatan Monta, dua rumah di Desa Tolotangga mengalami kerusakan ringan. Rumah milik Mustamin mengalami kerusakan pada tembok bagian belakang, sedangkan rumah milik M. Rangga mengalami retakan pada dinding ruang keluarga dan bagian jendela.

“Selain itu, rumah milik Rahmi Ibrahim di Desa Tolouwi juga mengalami kerusakan setelah tembok kamar tidur utama roboh,” ujar Muis.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu warga bernama Damar (21), seorang nelayan asal Desa Bugis, Kecamatan Sape, mengalami luka robek pada bagian kaki akibat panik saat terjadi gempa. Korban saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Sape.

BPBD Kabupaten Bima bersama aparat kecamatan, TNI, Polri, pemerintah desa, dan sejumlah instansi terkait terus melakukan pendataan, kaji cepat, serta penanganan darurat di lokasi terdampak.

Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Bima juga telah menyalurkan bantuan makanan kepada warga yang mengungsi di dataran tinggi.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah daerah dan BMKG melalui saluran komunikasi yang telah terverifikasi. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI