kicknews.today – Seluruh jemaah haji asal Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan dalam kondisi sehat menjelang proses pemulangan ke Indonesia. Khusus Kloter 11 akan diberangkatkan dari Jeddah ke Lombok pada 14 Juni 2026.
Kepala Kemenhaj Kota Bima, H Eka Iskandar MSi, menyampaikan bahwa sebelumnya memang ada satu jemaah yang sempat mengalami gangguan kesehatan dan menjalani perawatan di rumah sakit. Namun saat ini kondisi jemaah tersebut telah membaik dan kembali bergabung bersama rombongan.

“Alhamdulillah seluruh jemaah haji Kota Bima dalam keadaan sehat. Sebelumnya ada satu orang yang sakit dan sempat dirawat di rumah sakit, namun sekarang sudah pulih kembali,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait persiapan kepulangan jemaah haji Kota Bima, Senin (8/6/2026).
Eka menjelaskan, jemaah haji Kota Bima tahun ini terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 11 sebanyak 116 orang, Kloter 13 sebanyak 105 orang, dan Kloter 15 yang berjumlah satu orang.
Menurutnya, saat ini jemaah Kloter 13 dan Kloter 15 sedang bersiap diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah untuk melaksanakan ibadah Arba’in atau salat berjamaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi.
“Insya Allah dalam satu hingga dua hari ke depan Kloter 13 dan 15 akan bergerak dari Makkah ke Madinah untuk melaksanakan Arba’in selama delapan hari,” jelasnya.
Untuk jadwal kepulangan, jemaah yang tergabung dalam Kloter 11 dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) pada 15 Juni 2026 pukul 10.25 WITA. Setelah menjalani proses kedatangan dan beristirahat semalam di Asrama Haji Mataram, mereka akan diterbangkan ke Kota Bima pada 16 Juni 2026 menggunakan dua penerbangan.
Langkah tersebut diambil agar kondisi fisik jemaah tetap prima setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
“Jemaah akan menginap terlebih dahulu di Asrama Haji supaya bisa beristirahat. Setelah sarapan pagi, mereka baru diterbangkan ke Bima menggunakan dua pesawat,” katanya.
Sementara itu, Kloter 13 dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima pada 19 Juni 2026 setelah lebih dulu transit dan menjalani proses penerimaan di Asrama Haji Mataram.
Pemerintah Kota Bima bersama berbagai instansi terkait juga telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk memastikan proses penjemputan jemaah berjalan lancar. Bus penjemput akan masuk langsung ke area bandara sehingga jemaah dapat turun dari pesawat dan langsung menuju kendaraan yang telah disiapkan.
Barang bawaan dan koper jemaah juga akan diangkut menggunakan kendaraan khusus hingga tiba di lokasi penyambutan di Aula Pemerintah Kota Bima sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing.
Dengan kondisi kesehatan yang terjaga dan persiapan pemulangan yang matang, kepulangan ratusan jemaah haji Kota Bima diharapkan dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. (jr)




