kicknews.today – Persiapan operasional Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menunjukkan perkembangan positif. Progres pembangunan fasilitas sekolah kini telah mencapai lebih dari 70 persen, bahkan mendekati 80 persen. Pemerintah juga memastikan kebutuhan tenaga pendidik dan peserta didik telah dipersiapkan agar kegiatan belajar dapat dimulai sesuai jadwal.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) KLU, Fathurrahman mengatakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dijadwalkan mulai pada 31 Agustus 2026, menyesuaikan dengan penyelesaian pembangunan gedung Sekolah Rakyat.

Menurutnya, selama menunggu tenaga pendidik yang direkrut Kementerian Sosial (Kemensos), proses pembelajaran akan didukung oleh guru-guru lokal yang berstatus sebagai guru tamu.
“Kita menggunakan guru-guru dari Lombok Utara untuk sementara. Mereka akan mengisi kekosongan sambil menunggu guru yang direkrut Kemensos. Masa penugasannya paling lama sekitar dua bulan,” ujarnya, Kamis (23/07/2026).
Dia menjelaskan, kebutuhan tenaga pendidik telah dikoordinasikan dengan berbagai instansi. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Lombok Utara telah menyatakan kesiapan menyediakan guru untuk jenjang SD dan SMP, sementara kebutuhan guru SMA dikoordinasikan melalui Dinas Sosial Provinsi bersama Dinas Pendidikan Provinsi NTB.
Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat Lombok Utara membutuhkan sekitar 23 tenaga pendidik untuk mendukung proses belajar mengajar.
Dari sisi peserta didik, Fathurrahman memastikan kuota siswa telah terpenuhi dengan total 270 orang. Rinciannya terdiri atas 30 siswa jenjang SD dalam satu rombongan belajar (rombel), 120 siswa SMP yang terbagi dalam empat rombel, serta 120 siswa SMA yang juga terbagi dalam empat rombel.
Dia mengakui jumlah siswa SD belum memenuhi kuota ideal yang semula direncanakan tiga rombel atau 90 siswa. Karena itu, alokasi rombongan belajar dialihkan ke jenjang SMP dan SMA yang memiliki peminat lebih banyak.
“Untuk SD baru terisi satu rombel atau 30 siswa. Kekurangan dua rombel itu kemudian dialihkan menjadi tambahan satu rombel di SMP dan satu rombel di SMA sehingga total peserta didik tetap mencapai 270 orang,” tutupnya. (gii/*)




