kicknews.today – Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melonjak pada perdagangan Bursa Efek Indonesia, Selasa (8/9/2026). Saham perusahaan yang mengoperasikan Tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat tersebut ditutup menguat 5,90 persen dalam sehari.
Berdasarkan data perdagangan, saham AMMN berakhir pada level Rp4.670 per saham. Harga tersebut naik Rp260 dibandingkan penutupan sehari sebelumnya sebesar Rp4.410.

AMMN dibuka pada harga Rp4.440 dan bergerak pada rentang Rp4.430 hingga Rp4.700 sepanjang perdagangan.
Penguatan harga diikuti lonjakan aktivitas transaksi. Volume perdagangan mencapai sekitar 122,06 juta saham atau lebih dari empat kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sekitar 30,03 juta saham.
Pada perdagangan tengah hari, AMMN sempat berada di level Rp4.590 atau naik 4,08 persen. Penguatan kemudian berlanjut hingga saham tersebut ditutup pada Rp4.670.
Hingga perdagangan berakhir, perusahaan belum menyampaikan keterbukaan informasi mengenai aksi korporasi baru yang dapat dikaitkan secara langsung dengan kenaikan harga saham pada hari tersebut.
Perkembangan Fase 8 Tambang Batu Hijau serta operasional fasilitas pengolahan dan pemurnian menjadi bagian dari latar belakang fundamental perusahaan.
AMMAN mulai menjalankan penambangan Fase 8 setelah Fase 7 berakhir pada penghujung 2024. Fase 8 memiliki cadangan mineral sekitar 460 juta ton dan diperkirakan dapat memperpanjang usia Tambang Batu Hijau hingga 2030.
Pada tahap awal, penambangan dilakukan pada bagian luar dan atas lubang tambang yang memiliki kadar logam lebih rendah. Kegiatan penambangan selanjutnya bergerak menuju bagian tengah dan dalam yang mengandung bijih berkadar lebih tinggi.
AMMAN menyatakan peningkatan produksi diperkirakan berlangsung dalam beberapa periode seiring kemajuan penambangan Fase 8.
Di sektor hilir, perusahaan telah memulai produksi katoda tembaga dari fasilitas smelter pada Maret 2025. Produksi emas dan perak murni dari fasilitas pemurnian logam mulia dimulai pada semester kedua 2025.
Sepanjang 2025, AMMAN membukukan penjualan bersih sebesar 1,847 miliar dolar Amerika Serikat. Penjualan tersebut ditopang katoda tembaga, emas murni dan konsentrat tembaga pada kuartal terakhir 2025.
AMMN tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Juli 2023. Melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, perusahaan menjalankan kegiatan pertambangan tembaga dan emas Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat. (red.)






