Transaksi QRIS di NTB meledak 658 persen, Rp2,3 triliun berpindah lewat pembayaran digital

Transaksi Qris Bank NTB
Transaksi Qris Bank NTB

kicknews.today – Pembayaran lewat pindai kode QR semakin ramai digunakan di Nusa Tenggara Barat. Per Agustus 2026, Bank Indonesia mencatat transaksi QRIS di NTB mencapai 25,35 juta kali dengan nilai Rp2,3 triliun.

Jumlah transaksi itu melonjak 658,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara nilai uang yang dibayarkan melalui QRIS tumbuh 487,97 persen. Artinya, penggunaan QRIS meningkat baik dari frekuensi pembayaran maupun nilai transaksinya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan pembayaran digital semakin luas dimanfaatkan dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

“Pertumbuhan QRIS dan BI-FAST tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan infrastruktur pembayaran digital dalam mendukung aktivitas transaksi masyarakat dan pelaku usaha di NTB,” kata Hario, Selasa (29/9/2026).

Baca juga: Pojok Bank NTB Syariah hadir di Pasar Pagesangan, pedagang bisa akses QRIS hingga pembiayaan

Jangkauan QRIS di NTB kini mencakup 604.147 pengguna dan 502.757 merchant atau penerima pembayaran. Dengan kenaikan volume sebesar 658,78 persen, jumlah transaksinya menjadi sekitar 7,6 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Layanan transfer BI-FAST juga mencatat pertumbuhan. Per Agustus 2026, jumlah transaksinya mencapai 10,8 juta kali dengan nilai Rp26,4 triliun. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, volume transaksi meningkat 67,66 persen dan nilainya naik 64,95 persen.

Perkembangan pembayaran digital ini juga terlihat di pasar tradisional. Di Kota Mataram, layanan perbankan mulai mendekati pedagang melalui pendampingan langsung di tempat mereka berjualan.

Salah satunya melalui Pojok Bank NTB Syariah di Pasar Pagesangan yang beroperasi sejak awal Agustus 2026. Di sana, pedagang bisa mendapat bantuan untuk mendaftar dan menggunakan QRIS, mengaktifkan aplikasi Rinjani Mobile atau RIMO, hingga berkonsultasi mengenai pembiayaan usaha.

Petugas menggunakan pola jemput bola sehingga pedagang tidak perlu meninggalkan lapak untuk mengakses layanan tersebut. Kehadiran Pojok NTBS di Pagesangan melengkapi layanan serupa yang lebih dahulu berjalan di Pasar Dasan Agung dan Pasar ACC Ampenan.

Baca juga: Bank NTB Syariah bawa POJOK NTBS ke Pasar ACC Ampenan

Di tengah pertumbuhan transaksi tersebut, upaya digitalisasi pemerintah daerah di NTB turut mendapat penghargaan. Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur masing-masing meraih peringkat ketiga kategori kota dan kabupaten terbaik se-Wilayah Nusampua dalam Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) di Jakarta, 24–26 September 2026.

Bagi Bank Indonesia, pertumbuhan transaksi menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat layanan digital. Arah pengembangannya mencakup kemudahan akses, peningkatan produktivitas, serta penguatan hubungan antarpelaku ekonomi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat NTB. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

–

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI