Perwakilan Prodi Ilmu Kelautan Unram wakili NTB di forum internasional di Spanyol

Kegiatan The Oceanographic Center of the Spanish Institute of Oceanography (IEO-CSIC) di Málaga, Spanyol. Foto. Ist

kicknews.today – 12-14 Mei, the Oceanographic Center of the Spanish Institute of Oceanography (IEO-CSIC) di Málaga, Spanyol, menjadi tempat berkumpulnya peneliti, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah dari berbagai negara dalam International Octopus Fisheries Management Workshop. Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai tantangan, inovasi, dan praktik terbaik dalam pengelolaan perikanan gurita yang berkelanjutan.

 

Meskipun setiap negara memiliki karakteristik sumber daya, sistem perikanan, serta kondisi sosial dan ekonomi yang berbeda, terdapat satu kesamaan yang muncul hampir di seluruh diskusi, yaitu bagaimana menjaga keberlanjutan sumber daya gurita di tengah meningkatnya permintaan pasar dan berbagai keterbatasan yang dihadapi di lapangan.

 

Dalam forum tersebut, perwakilan Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Mataram (Dr. Soraya Gigentika, S.Pi., M.Si.) turut mempresentasikan kondisi perikanan gurita di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Materi yang disampaikan menyoroti perkembangan pengumpulan data perikanan gurita, hasil penilaian stok di Selat Alas, serta berbagai tantangan dan peluang dalam pengelolaan sumber daya gurita di wilayah tersebut.

 

Kehadiran NTB dalam forum ini tidak hanya menunjukkan bahwa isu pengelolaan perikanan gurita di Indonesia telah menjadi bagian dari perhatian global, tetapi juga membuka kesempatan untuk membandingkan berbagai pendekatan pengelolaan yang diterapkan di negara lain sebagai bahan pembelajaran bagi pengembangan perikanan gurita di NTB.

 

Perikanan gurita memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan banyak jenis perikanan lainnya. Gurita merupakan spesies yang tumbuh cepat, berumur relatif pendek, dan sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi lingkungan. Karakteristik tersebut menyebabkan populasi gurita dapat mengalami perubahan dalam waktu yang relatif singkat, sehingga membutuhkan pendekatan pengelolaan yang adaptif dan berbasis informasi terkini. Tantangan inilah yang menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam forum internasional tersebut.

 

Salah satu temuan penting yang mengemuka adalah bahwa keterbatasan data bukan hanya persoalan yang dihadapi negara berkembang. Berbagai negara yang telah lama mengelola perikanan gurita juga masih menghadapi tantangan dalam memperoleh informasi yang memadai mengenai kondisi stok sumber daya. Di Portugal, misalnya, pengelolaan perikanan gurita terus dikembangkan meskipun masih terdapat keterbatasan informasi mengenai distribusi sumber daya dan data penunjang lainnya.

 

Pengalaman dari berbagai negara memperlihatkan bahwa keberhasilan pengelolaan tidak ditentukan oleh kesempurnaan data, melainkan oleh konsistensi dalam membangun sistem monitoring jangka panjang. (cit)

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI