kicknews.today – Seorang pemuda dilaporkan hilang setelah terseret pusaran air di kawasan Air Terjun Tiu Bombong, Dusun Sempakok, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin (20/04/2026).
Korban diketahui bernama Lalu Rozi Herliawan Hendri (22), warga Dusun Lokok Bata, Desa Pendua. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita saat korban tengah berwisata bersama dua rekannya di lokasi air terjun.

Kapolsek Kayangan, IPTU Zainuddin membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, hingga pencarian hari pertama berakhir, korban belum berhasil ditemukan.
“Pencarian sudah kami lakukan sejak siang hingga sore hari, namun korban belum ditemukan. Karena cuaca hujan lebat dan hari mulai gelap, pencarian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan besok pagi,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat mandi di sekitar aliran air terjun sebelum akhirnya terseret arus deras yang membentuk pusaran air. Korban kemudian hilang dan tidak muncul kembali ke permukaan.
Mengetahui kejadian itu, dua rekan korban segera meminta bantuan warga setempat. Informasi tersebut juga diteruskan oleh anggota pecinta alam Lombok Utara, Sangga Adiguna, yang turut bergabung dalam proses pencarian di lokasi kejadian.
Tim gabungan yang terdiri dari SAR Lombok Utara, PMI, Damkar, TNI-Polri, serta komunitas pecinta alam langsung melakukan pencarian intensif. Sekitar 10 hingga 15 personel dikerahkan dalam operasi yang berlangsung kurang lebih delapan jam.
Namun, kondisi cuaca yang memburuk menjadi kendala utama. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan debit air meningkat dan arus sungai semakin kuat, sehingga membahayakan keselamatan tim.
“Atas pertimbangan keselamatan dan kondisi alam yang tidak memungkinkan, pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.35 Wita,” kata Zainuddin.
Sebelum meninggalkan lokasi, tim gabungan juga melakukan langkah antisipasi dengan membuat bronjongan batu di aliran sungai guna mempermudah pemantauan jika korban terbawa arus dan muncul ke permukaan.
“Pencarian akan kami lanjutkan kembali besok (Selasa, 21 April 2026) pagi dengan fokus penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” tutup Zainuddin. (gii/*)


