Nama petugas Pelni Bima dicatut, seorang perempuan jadi korban tiket palsu

Petugas Pelni Cabang Bima saat memantau aktivitas penumpang kapal di Pelabuhan Bima.

kicknews.today — Kasus penipuan tiket kapal Pelni palsu kembali terjadi dan kali ini menimpa seorang ibu yang hendak berangkat menuju Nabire. Peristiwa tersebut viral di media sosial karena pelaku diduga mencatut nama petugas Pelni Cabang Bima, Juna, untuk meyakinkan korban.

Kepala Pelni Cabang Bima, Budiarto, mengatakan pihaknya sudah mengetahui kejadian tersebut dan membenarkan bahwa nama petugas Pelni Bima digunakan oleh pelaku penipuan untuk menawarkan tiket palsu kepada korban. Korban saat itu hendak berangkat dari Makassar menuju Nabire.

“Kasus seperti ini bukan yang pertama. Beberapa nama petugas Pelni Bima juga pernah dicatut oknum penipu untuk meraup keuntungan,” ujar Budiarto ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, Juna memang aktif di media sosial Facebook dan sering membagikan informasi jadwal penyeberangan kapal maupun aktivitas di pelabuhan. Konten-konten tersebut kemudian dimanfaatkan pelaku untuk membangun kepercayaan calon korban.

Budiarto menambahkan, Juna telah mengklarifikasi kejadian itu kepada korban dan mengarahkan agar kasus dilaporkan kepada pihak berwajib. Pelaku disebut menggunakan nomor rekening atas nama lain sehingga jejak transaksi masih memungkinkan untuk ditelusuri.

Menanggapi maraknya penipuan, Budiarto menegaskan bahwa Pelni tidak melayani pembelian tiket melalui media sosial dalam bentuk apa pun, baik Facebook, WhatsApp, Instagram, maupun platform lainnya.

Saat ini pembelian tiket resmi hanya dilakukan melalui aplikasi PELNI Mobile dan kantor cabang Pelni. Kebijakan penggunaan aplikasi resmi tersebut sudah berlaku sejak 2021. Pelni juga tidak memberlakukan pembayaran tiket secara tunai melalui perantara.

“Masyarakat harus terbiasa menggunakan teknologi. Kalau ingin membeli tiket, unduh PELNI Mobile. Di aplikasi itu sudah tersedia jadwal kapal, harga tiket, dan informasi lainnya,” katanya.

Budiarto menyarankan bagi calon penumpang kapal Pelni untuk unduh dan gunakan PELNI Mobile untuk membeli tiket dan mengecek jadwal serta tarif. Beli tiket hanya melalui kanal resmi Pelni: aplikasi resmi dan kantor cabang Pelni. Jangan transfer uang ke rekening pribadi yang mengatasnamakan petugas Pelni. Waspadai akun media sosial, pesan WhatsApp, atau unggahan Facebook yang menawarkan tiket cepat atau tanpa antre.

“Simpan bukti percakapan dan transfer, lalu laporkan ke kepolisian jika menemukan indikasi penipuan,” tandasnya.

Budiarto berharap tidak ada lagi masyarakat yang membeli tiket melalui calo atau pihak yang mengaku sebagai petugas Pelni. 

“Sudah banyak korban penipuan. Jangan karena ingin cepat, lalu membeli tiket lewat media sosial,” ujarnya. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI