Media internasional soroti manifest KMP Putri Yasmin, jumlah korban dievakuasi lebih banyak dari data kapal

Sejumlah penumpang KMP Putri Yasmin berada di rakit penyelamat saat proses evakuasi di Selat Lombok, Rabu (12/8/2026). Jumlah orang yang berhasil dievakuasi kemudian menjadi sorotan media internasional karena lebih besar dari data manifest yang mereka kutip. Foto: Istimewa
Sejumlah penumpang KMP Putri Yasmin berada di rakit penyelamat saat proses evakuasi di Selat Lombok, Rabu (12/8/2026). Jumlah orang yang berhasil dievakuasi kemudian menjadi sorotan media internasional karena lebih besar dari data manifest yang mereka kutip. Foto: Istimewa

kicknews.today – Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok menjadi perhatian sejumlah media internasional, termasuk ABC News Australia dan Reuters. Sorotan tidak hanya tertuju pada keberadaan warga Australia di antara korban selamat, tetapi juga perbedaan data manifest dengan jumlah orang yang dilaporkan berhasil dievakuasi.

ABC News Australia melaporkan satu orang meninggal dunia dan 172 orang berhasil diselamatkan setelah KMP Putri Yasmin terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

ABC juga melaporkan terdapat dua warga Australia di antara korban yang berhasil diselamatkan.

Namun perhatian media Australia tidak berhenti pada keberadaan warga negaranya.

Reuters melaporkan Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyebut 172 orang telah dievakuasi menuju pelabuhan di Bali dan Lombok.

Sementara itu, Reuters mengutip pejabat Pelabuhan Padangbai, Heri Wiyanto, yang sebelumnya mengatakan kepada Kompas TV bahwa manifest kapal mencatat 114 penumpang dan 17 awak kapal, atau total 131 orang.

Perbedaan angka tersebut kemudian menjadi salah satu sorotan dalam pemberitaan internasional.

Reuters menulis bahwa belum diketahui apakah kelebihan jumlah orang di atas kapal menjadi salah satu faktor dalam insiden tersebut.

ABC Australia juga menyinggung pertanyaan serupa dalam pemberitaannya.

“It was unclear how the ferry caught fire, or whether overcrowding was a factor.”

Artinya, belum diketahui bagaimana kebakaran bermula maupun apakah kepadatan atau kelebihan jumlah orang di atas kapal menjadi faktor dalam insiden tersebut.

Namun perbedaan antara angka manifest dan jumlah orang yang dievakuasi belum dapat dijadikan bukti bahwa KMP Putri Yasmin membawa penumpang melebihi kapasitas atau tidak sesuai manifest.

Data tersebut masih membutuhkan rekonsiliasi resmi dari operator kapal, otoritas pelabuhan dan instansi terkait untuk memastikan komposisi penumpang, awak kapal serta orang-orang yang tercatat dalam proses evakuasi.

Operasi Penyelamatan Libatkan Lebih dari 200 Personel

Media Australia juga menyoroti besarnya operasi penyelamatan KMP Putri Yasmin.

Reuters melaporkan lebih dari 200 personel dikerahkan dalam operasi tersebut.

Muhamad Hariyadi mengatakan tim mengerahkan sejumlah kapal dan berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi.

News.com.au mengutip Hariyadi yang mengatakan:

“Our top priority is the safety of all passengers and crew members.”

Atau, keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan.

Kapal TNI AL, kapal patroli, kapal SAR serta helikopter turut dilibatkan dalam operasi tersebut.

Keselamatan Pelayaran Indonesia Ikut Jadi Sorotan

Pemberitaan internasional kemudian membawa insiden KMP Putri Yasmin ke persoalan yang lebih luas mengenai keselamatan transportasi laut di Indonesia.

Reuters mencatat Indonesia sebagai negara kepulauan dengan sekitar 17 ribu pulau sangat bergantung pada kapal feri sebagai moda transportasi antarpulau.

Kantor berita tersebut juga menyinggung bahwa standar keselamatan pelayaran tidak selalu diterapkan secara ketat sehingga kecelakaan laut masih relatif sering terjadi.

Reuters mengaitkan insiden KMP Putri Yasmin dengan kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Madura kurang dari sebulan sebelumnya yang menewaskan lima orang.

Dalam kasus tersebut juga ditemukan perbedaan antara jumlah orang di atas kapal dengan data manifest yang tercatat.

Karena itu, salah satu pertanyaan penting setelah kebakaran KMP Putri Yasmin adalah bagaimana menjelaskan perbedaan antara angka manifest yang dikutip media internasional dengan jumlah orang yang berhasil dievakuasi.

Jawaban atas pertanyaan tersebut masih menunggu rekonsiliasi dan penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Penyebab pasti kebakaran KMP Putri Yasmin juga masih dalam penyelidikan. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI