kicknews.today – Cabang olahraga Petanque pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII resmi berakhir setelah seluruh rangkaian pertandingan yang digelar di Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) rampung. Kontingen Kota Mataram kembali menunjukkan dominasinya dengan keluar sebagai juara umum sekaligus mencatat hattrick prestasi di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Kota Mataram berhasil mengumpulkan empat medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu. Posisi runner-up ditempati Kabupaten Lombok Tengah dengan raihan tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Sementara peringkat ketiga diraih Kabupaten Lombok Utara (KLU ) yang mengoleksi tiga medali emas, dua perak, dan lima perunggu.

Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) NTB, Mohammad Akhwan menilai pelaksanaan Porprov kali ini memberikan hasil yang menggembirakan. Selain mempertandingkan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten/kota, ajang tersebut juga menjadi sarana menjaring bibit-bibit potensial yang diproyeksikan memperkuat NTB pada ajang nasional.
Menurutnya, sejumlah atlet yang tampil di Porprov menunjukkan kualitas dan potensi yang layak untuk mengikuti program pemusatan latihan daerah (Pelatda) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pra PON hingga PON 2028.
“Hasil pertandingan cukup positif. Kita melihat banyak atlet yang memiliki potensi besar dan sangat pantas mewakili NTB pada PON nanti. Banyak atlet Petanque pada Porprov ini yang berbakat,” ujar Akhwan.
Untuk menjaga performa sekaligus memantau perkembangan atlet, FOPI NTB berencana menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Petanque pada awal tahun depan. Kejuaraan tersebut kembali akan dipusatkan di Undikma dan menjadi salah satu tahapan pembinaan sekaligus seleksi atlet menuju PON 2028.
“Insyaallah awal tahun depan kami akan menggelar Kejurda di Undikma. Kejuaraan ini penting agar kemampuan atlet tetap terjaga menjelang PON 2028,” katanya.
Sementara, Ketua FOPI Kota Mataram, Lalu Syamsul Adnan mengaku bangga atas keberhasilan kontingennya mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara beruntun. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan seluruh pengurus FOPI Kota Mataram.
“Kami bangga bisa mempertahankan posisi sebagai juara umum. Tentu ini tidak mudah karena atlet dari kabupaten dan kota lain juga memiliki kualitas yang sangat baik. Hasil hari ini membuktikan kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh jajaran FOPI Kota Mataram,” ungkapnya.
Adnan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Mataram optimistis atlet-atlet binaannya mampu menembus skuad NTB untuk PON 2028.
“Kami optimistis atlet Kota Mataram bisa mewakili NTB pada PON nanti karena kualitas yang dimiliki sangat baik,” katanya.
Di sisi lain, Adnan menilai Petanque masih tergolong cabang olahraga baru sehingga perlu mendapat perhatian lebih dalam upaya pengembangan. Karena itu, FOPI Kota Mataram akan memperluas sosialisasi ke sekolah-sekolah agar olahraga tersebut semakin dikenal dan diminati masyarakat.
“Ke depan kami akan lebih masif mengenalkan Petanque ke sekolah-sekolah sehingga olahraga ini semakin familiar di tengah masyarakat, khususnya di Kota Mataram,” tutupnya. (*/*)




