Lombok Utara miliki 11 titik blank spot, termasuk wilayah Tanjung

Ilustrasi.

kicknews.today – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Lombok Utara terus berupaya mengatasi persoalan wilayah blank spot atau daerah tanpa jangkauan sinyal telekomunikasi di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Hingga kini, sedikitnya terdapat sekitar 11 titik blank spot yang tersebar di sejumlah wilayah, terutama di kawasan lembah dan pegunungan.

Kepala Dinas Kominfotik Lombok Utara, Hairil Anwar mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk penanganan persoalan tersebut.

“Melalui provinsi, langsung kita komunikasikan juga dengan pemerintah pusat. Kita masih menunggu, tapi upaya itu terus kita lakukan,” ujarnya, Senin (11/05/2026).

Menurut Hairil, hingga saat ini belum ada penambahan layanan atau pembangunan infrastruktur baru untuk mengatasi titik-titik blank spot tersebut. Meski demikian, pihaknya memastikan usulan penanganan terus diajukan.

“Belum ada penambahan untuk yang blank spot itu. Tapi sudah kita upayakan,” katanya.

Dia menjelaskan, sebagian besar wilayah blank spot berada di daerah pegunungan dan lembah yang sulit dijangkau sinyal telekomunikasi karena kondisi geografis. Selain blank spot total, sejumlah wilayah juga mengalami sinyal lemah yang mengganggu aktivitas komunikasi masyarakat.

“Ada sekitar 11 titik. Terutama di lembah-lembah dan pegunungan yang memang tidak terkena sinyal. Ada juga beberapa wilayah yang sinyalnya lemah,” jelasnya.

Sebagai langkah alternatif, Kominfotik KLU mendorong keterlibatan penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP) legal untuk membantu memperluas akses internet di wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi.

“Kita berharap teman-teman ISP yang legal bisa memberikan layanan kepada masyarakat di beberapa wilayah blank spot itu,” ucap Hairil.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menghadirkan layanan internet gratis di sejumlah titik. Namun, keterbatasan anggaran di tingkat pusat menjadi salah satu kendala percepatan program tersebut.

“Bakti sudah melakukan upaya di beberapa titik dengan internet gratis. Banyak masyarakat yang sudah kita ajukan ke pusat melalui Bakti, tetapi masih menunggu antrean,” katanya.

Hairil mengakui, sejumlah wilayah di Kecamatan Tanjung masih mengalami kualitas sinyal yang lemah. Salah satunya di kawasan Kote-Tano hingga sekitar Tano Kebun Binatang yang kerap dikeluhkan masyarakat.

“Kalau di situ memang lemah sinyalnya,” tutupnya. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI