kicknews.today — Dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Pringgasela, Lombok Timur, kian mengkhawatirkan. Hingga Sabtu pagi (25/4/2026), jumlah korban meningkat tajam menjadi 51 orang, dari sebelumnya 35 orang.
Aparat kepolisian dari Polsek Pringgasela bersama unit Intelkam turun langsung ke Puskesmas Pengadangan guna memastikan kondisi korban sekaligus memantau penanganan medis pasca kejadian yang diduga berasal dari dapur MBG Yayasan Bersatu Berjuang Menang NTB di Jurit Baru.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, menegaskan pihaknya memberikan perhatian penuh terhadap insiden tersebut.
“Begitu laporan masuk, anggota langsung melakukan monitoring ke fasilitas kesehatan, mendata korban, serta memastikan seluruh siswa dan warga terdampak mendapat penanganan cepat,” ujarnya.
Data sementara menunjukkan adanya tambahan 16 korban baru pada Sabtu pagi. Sebagian besar korban telah menjalani observasi medis dan diperbolehkan pulang. Namun, tujuh orang masih harus dirawat inap, terdiri dari lima siswa, satu warga umum, serta satu wali murid yang tengah hamil.
Para korban yang masih dirawat berasal dari sejumlah sekolah dasar di wilayah Jurit. Hingga kini, tenaga medis terus memantau kondisi mereka untuk mengantisipasi gejala lanjutan seperti mual, muntah, pusing, dan lemas.
Sementara itu, pihak kepolisian bersama instansi terkait mulai melakukan penyelidikan mendalam. Fokus pemeriksaan mencakup proses pengolahan, penyajian, hingga distribusi makanan dari dapur MBG yang dikonsumsi para siswa sebelum munculnya gejala keracunan.
“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk mengecek seluruh proses penyajian dan distribusi makanan, serta pihak yang bertanggung jawab,” tegas Kholid.
Program MBG yang sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah kini justru memicu kekhawatiran di kalangan orang tua. Pasalnya, jumlah korban sempat terus bertambah meski sebagian sudah mendapatkan penanganan.
Meski demikian, situasi di lokasi penanganan dilaporkan tetap kondusif. Aparat kepolisian, tenaga kesehatan, pihak sekolah, dan keluarga korban terus berkoordinasi sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut terkait penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. (jr)


