Hampir seluruh NTB berstatus Awas kekeringan, daerah mana yang paling lama tanpa hujan?

ilustrasi kekeringan
ilustrasi kekeringan

kicknews.today – Musim kering di Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki fase serius. Sembilan dari 10 kabupaten dan kota kini berada pada status Awas kekeringan meteorologis, sementara Kota Mataram masih berada pada level Siaga. Peringatan tersebut mencakup total 38 kecamatan di NTB.

Sembilan daerah berstatus Awas itu meliputi Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Di antara seluruh titik pemantauan, periode tanpa hujan paling panjang tercatat di Pos Hujan Bolo, Kabupaten Bima. BMKG mencatat wilayah tersebut telah mengalami 105 hari tanpa hujan berturut-turut, sehingga masuk kategori kekeringan ekstrem.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) di NTB secara umum sudah berada pada kategori sangat panjang hingga ekstrem.

“Pada dasarian I September 2026 atau dari tanggal 1 sampai 10 September, potensi hujan di seluruh wilayah NTB sangat kecil dengan peluang kurang 10 persen,” kata Suci.

Kecilnya peluang hujan membuat periode kering di sejumlah wilayah berpotensi terus bertambah sepanjang awal September.

BMKG juga memperbarui kondisi dinamika atmosfer pada Dasarian III Agustus 2026. Nilai anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 secara dasarian tercatat +2,74 derajat Celsius, sementara indeks ENSO rata-rata tiga bulanan Juni-Juli-Agustus berada di angka 2,2. Kondisi tersebut menunjukkan El Niño masih berada pada intensitas sangat kuat.

Pada saat yang sama, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) dasarian tercatat +0,290, dengan nilai bulanan Agustus sebesar +0,376. Kondisi laut dan atmosfer tersebut menjadi bagian dari faktor yang perlu dipantau dalam perkembangan musim kering di Indonesia bagian selatan, termasuk NTB.

BMKG sebelumnya juga memprediksi peluang curah hujan sangat rendah masih dapat terjadi di NTB hingga Oktober. Untuk November, potensi curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan masih berpeluang tinggi terutama di NTB bagian timur.

Status Awas kekeringan meteorologis merupakan peringatan berbasis kondisi iklim, terutama panjangnya periode tanpa hujan dan rendahnya peluang curah hujan. Status tersebut berbeda dengan status kedaruratan bencana yang dapat ditetapkan pemerintah daerah berdasarkan dampak di lapangan.

Dampak musim kering mulai dirasakan dalam bentuk berkurangnya ketersediaan air, meningkatnya kebutuhan distribusi air bersih, serta bertambahnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi ini juga menjadi perhatian bagi sektor pertanian karena tanaman pangan dan hortikultura sangat bergantung pada ketersediaan air selama puncak musim kemarau.

Dengan 105 hari tanpa hujan, Bolo di Kabupaten Bima sementara menjadi wilayah dengan periode kering terpanjang yang tercatat dalam pemantauan BMKG di NTB.

Namun angka itu belum tentu berhenti di sana.

Dengan peluang hujan di bawah 10 persen hingga 10 September, sejumlah wilayah NTB masih berpotensi menambah panjang daftar hari tanpa hujan sebelum musim kering mulai mereda. (red.)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

HUT KLU11

OPINI