kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menorehkan kebanggaan menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Untuk kesekian kalinya, sapi asal Lombok Utara terpilih menjadi hewan kurban Presiden, sekaligus mempertegas kualitas peternakan daerah yang terus mendapat pengakuan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Lombok Utara, Tresnahadi mengungkapkan rasa syukur atas terpilihnya sapi asal KLU sebagai salah satu hewan kurban Presiden tahun ini. Menurutnya, capaian tersebut menjadi tradisi membanggakan yang terus berulang setiap tahun.

“Alhamdulillah, setiap tahun Lombok Utara selalu terpilih. Sapi kita menjadi salah satu sapi kurban Pak Presiden,” ujar Tresnahadi, Senin (25/05/2026).
Dia menjelaskan, dari sejumlah sapi yang diusulkan tahun ini, pilihan jatuh pada sapi jenis Simmental milik Asmuddin, peternak asal Dusun Gangga, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga. Sapi tersebut memiliki bobot hidup mencapai 1.078,5 kilogram atau lebih dari satu ton.
Dengan ukuran yang tergolong jumbo, sapi tersebut ditawarkan dengan harga Rp 135 juta dan dipastikan telah resmi dipilih untuk dibeli sebagai hewan kurban Presiden.
“Yang dipilih adalah sapi Simmental milik Pak Asmuddin. Bobot hidupnya 1.078,5 kilogram, artinya lebih dari satu ton. Harga penawarannya Rp 135 juta dan sudah positif akan dibeli oleh Bapak Presiden,” katanya.
Tresnahadi menambahkan, pihaknya bersama pemilik sapi dijadwalkan menghadiri pertemuan di Dinas Peternakan Provinsi pada Selasa mendatang. Agenda tersebut akan membahas mekanisme teknis pencairan dana pembelian hewan kurban tersebut.
Lebih jauh, dia menilai terpilihnya sapi asal Lombok Utara secara konsisten setiap tahun menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi besar bagi para peternak lokal.
Menurutnya, kepercayaan yang terus diberikan pemerintah pusat dapat memacu semangat peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka.
“Ini penghargaan yang luar biasa bagi peternak kita. Ketika sapinya dibeli Presiden sebagai hewan kurban, tentu ada kebanggaan tersendiri. Ini juga menjadi penyemangat bagi peternak sapi di Lombok Utara,” ujarnya.
Sementara itu, untuk lokasi penyembelihan hewan kurban Presiden tahun ini, Pemkab Lombok Utara disebut telah menetapkan Masjid Hidayaturrahman di wilayah Menggala, Kecamatan Pemenang.
Tresnahadi menyebut lokasi penyembelihan dipilih secara bergilir di setiap kecamatan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
“Tahun ini di Masjid Menggala. Tahun sebelumnya di Tanjung. Sistemnya memang digilir per kecamatan, nanti bisa saja ke Gangga, Kayangan, atau Bayan pada tahun berikutnya,” tutupnya. (gii/*)




